Kuba - Kelangkaan energi memicu gangguan transportasi dan penerbangan, menekan sektor wisata yang belum pulih sepenuhnya.
Foto Travel
Krisis Energi Lumpuhkan Pariwisata Kuba
Wisatawan berjalan di Havana pada awal Februari 2026 ketika Kuba mengalami krisis bahan bakar yang memperdalam tekanan terhadap sektor pariwisata, salah satu sumber utama devisa negara. REUTERS/Norlys Perez
Terlihat seorang penjual cinderamata tas bertulisakan Cuba di pusat kota sedang mencoba menjual dagangannya, saat kekurangan bensin dan solar mengganggu transportasi darat serta distribusi logistik, termasuk operasional staf hotel. REUTERS/Norlys Perez
Turis berada di kawasan Havana Lama di tengah pemadaman listrik bergilir yang mempengaruhi operasional hotel, restoran, dan layanan wisata. REUTERS/Norlys Perez
Paralayang bergambar bendera Kuba terbang di langit, sementara otoritas memperingatkan maskapai tentang keterbatasan bahan bakar aviasi yang memicu gangguan dan pembatalan penerbangan. REUTERS/Norlys Perez
Seorang warga memotret matahari terbenam di tepi laut. Sebelum krisis terbaru, kedatangan wisatawan internasional pada 2025 telah menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya. REUTERS/Norlys Perez
Wisatawan bertransaksi di toko souvenir. Usaha kecil swasta seperti restoran keluarga, penyewaan kamar, dan sopir taksi terdampak langsung oleh kelangkaan energi dan penurunan kunjungan. REUTERS/Norlys Perez
Pengunjung berada di pantai saat beberapa hotel di kawasan wisata populer seperti Cayo Santa Maria, Cayo Coco, Varadero, dan Holguin dilaporkan ditutup sementara untuk menghemat energi, dengan wisatawan dipindahkan ke fasilitas lain. REUTERS/Norlys Perez
Hotel di kawasan wisata beroperasi dengan penyesuaian penghematan energi. Krisis ini dipicu turunnya pasokan minyak dari Venezuela, ketergantungan impor energi, serta tekanan sanksi Amerika Serikat yang memperburuk keterbatasan pasokan. REUTERS/Norlys Perez
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































