Jakarta - Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan dan kompleks perumahan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Tan Malaka pernah bersembunyi dan menulis buku Madilog.
Di Gang Sempit Jakarta Ini, Tan Malaka Bersembunyi dan Menulis Madilog
Di pemukiman warga Rawajati, tepat di belakang Plaza Kalibata, Tan Malaka bersembunyi di sebuah rumah kontrakan, jadi bagian dari warga kos-kosan. Dia hidup membaur dengan warga sejak 15 Juli 1942 hingga pertengahan 1943. (Hans Wilhem/detikTravel)
Tan Malaka menyembunyikan identitas asli dirinya dengan nama Iljas Hussein. Ilyas Hussein hanya satu dari belasan nama samaran yang ia gunakan. Menurut salah satu sumber, Tan Malaka punya 23 nama samaran lainnya. (Hans Wilhem/detikTravel)
Gang rumah tempat Tan Malaka pernah bersembunyi kini diberi nama Gang Malaka I dan Gang Malaka II. Di tempat persembunyian ini, sebuah karya legendaris Tan Malaka lahir. (Hans Wilhem/detikTravel)
Karya legendaris itu adalah buku Madilog yang merupakan singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika. Buku ini ditulis Tan Malaka selama kurang lebih 8 bulan di Rawajati. (Hans Wilhem/detikTravel)
Dia menghabiskan waktu 720 jam, atau sekitar 3 jam sehari untuk menulis Madilog. Selama menulis Madilog, polisi Jepang (Junsa) sempat dua kali datang memeriksa dan menggeledah pondok tempatnya tinggal. Beruntung naskah Madilog selamat dari penyitaan. (Hans Wilhem/detikTravel)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI