Jakarta - Pengunjung Museum Batik TMII belajar membatik dengan canting tradisional, menggoreskan malam panas mengikuti pola motif megamendung di atas kain.
Foto Travel
Belajar Membatik dengan Canting di Museum Batik TMII
Kamis, 10 Sep 2026 08:56 WIB
Sebelum proses pembatikan dimulai, motif batik terlebih dahulu digambar menggunakan pensil di atas permukaan kain.
Motif berupa ornamen lengkung dan sulur-suluran khas batik tampak digambar dengan detail sebagai pola dasar.
Malam atau lilin batik tampak meleleh sempurna, siap digunakan untuk proses membatik di atas kain. Ujung canting yang berbentuk corong kecil dicelupkan ke dalam wajan berisi malam panas sebelum digoreskan ke kain.
Sejumlah canting tradisional berbahan tembaga dengan gagang bambu tersusun rapi di atas wajan kecil berisi malam cair yang dipanaskan menggunakan kompor listrik.
Kain yang telah diberi pola kemudian dipasang pada bingkai atau pemidangan berwarna hijau agar permukaannya tetap kencang saat dibatik. Peserta tampak menggoreskan canting berisi malam panas mengikuti pola pensil yang telah digambar sebelumnya.
Cairan malam yang menetes dari ujung canting membentuk garis-garis emas kecoklatan di atas kain putih. Proses mencanting dilakukan dengan hati-hati dan penuh ketelitian agar goresan malam mengikuti alur motif dengan rapi. Seorang peserta perempuan tampak fokus mempraktikkan teknik mencanting sambil sesekali mencelupkan ulang canting ke dalam wajan malam.
Hasil akhir proses mencanting menampilkan motif awan atau megamendung yang mulai terbentuk di atas kain. Peserta lain turut memperlihatkan hasil karya batik tulisnya yang telah selesai dicanting dengan pola serupa.
Kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada pengunjung mengenai tahapan awal pembuatan batik tulis menggunakan canting tradisional.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































