|
Pukul 23.30 kami beristirahat sejenak di pos Paltuding, sambil menghangatkan badan menikmati Wedang Jahe. Tepat pukul 01.00 WIB dini hari, pendakian dimulai dengan berjalan kaki melewati hutan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Pukul 03
|
|
Jalur yang kami lalui untuk dapat menikmati api biru ini cukup menantang, karena dari puncak gunung kami harus turun lagi menuju sumber api biru dengan menapaki bebatuan belerang yang terjal, jadi harus ekstra hati-hati. Pukul 05.00
|
|
Sayang sekali, mataharinya bersembunyi di balik pegunungan.
|
|
Para penambang belerang (sulfur) sedang beristirahat.
|
|
Sesaat setelah matahari terbit, danau kawah Ijen yang berwarna hijau tosca mulai terlihat.
|
|
Menikmati keindahan matahari terbit dari antara pegunungan dan lembah.
|
|
Bongkahan batu belerang murni berwarna kuning keemasan yang diangkut oleh para penambang dari bawah kawah yang jalannya terjal dan berbatu.
|
|
Perjalanan menuruni lereng gunung Ijen, kita disuguhkan pemandangan hutan dan lembah yang sangat menakjubkan.
|
|
Pemandangan Gunung Raung yang terlihat jelas dari lereng Gunung Ijen.
|
Halaman 2 dari 10










































