Jakarta -
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
ugc
|
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
ugc
|
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
ugc
|
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
ugc
|
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
ugc
|
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.Jika anda pernah mendengar Madu Sumbawa, Madu tersebut adalah hasil dari hutan di sekitar Kampung Saneo, Kab. Dompu. Diambil secara tradisional oleh masyarakat sana walau dengan resiko digigit oleh lebah. Pengakuan pak Sofyan yang biasa mengambil madu ke hutan, dia sering digigit lebah tapi sudah biasa katanyaMadu diperas langsung di tempat. Hasil perahannya dibawa ke tempat penampungan untuk disaring.Setelah bersih, madu tersebut dikemas dalam botol yang dijual seharga Rp. 60.000. Ada juga dalam jerigen kecil seharga Rp. 180.000.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru