Willem's Toren, 1875

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Taufiq Nur|13682|NAD|10

Willem's Toren, 1875

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 10 Des 2010 09:49 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Willems Toren, 1875
ugc
Jakarta - Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'

ugc
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'
Halaman 2 dari 7
Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'Mercusuar Willem's Toren sudah berdiri di ujung Pulau Breueh sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, membantu navigasi laut bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitarnya.Sekarang, dengan cat merah dan putih di tembok luarnya membuat Willem's Toren terlihat mecolok bahkan dari tengah laut, seperti mengatakan 'Selamat datang di Indonesia'
(travel/travel)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads