Jakarta -
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
ugc
|
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.Masyarakat yang tinggal di wilayah Pegunungan Arfak sendiri terdiri dari empat sub suku; Hatam, Moilei, Meihag dan Sohug. Mereka termasuk dalam suku besar Arfak. Setiap suku terdiri dari beberapa Marga dan dipimpin oleh Kepala Suku. Sebagai contoh, Suku Moilei terdiri dari marga-marga Sayori, Ullo, Ayok, Indouw, Wonggor dan lain-lain. Mereka hidup berdampingan sejak jaman dulu, dengan bercocok tanam dan mencari ikan di danau.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030