Bagi warga Moskow, Red Square atau Lapangan Merah punya dua fungsi. Pertama adalah sebagai pusat pemerintahan, serta semacam alun-alun tempat berkumpulnya warga. Sebagai negara berlabel 'kiri', Rusia seperti menorehkan kesan angker di kawasan Red Square. Tembok kokoh mengelilingi lapangan luas. Bangunan di sekelilingnya didominasi warna merah.
Saat detikTravel berkunjung akhir pekan lalu, Moskow sedang menyambut musim panas dengan siang yang teramat panjang. Namun, rupanya kota itu dilanda anomali cuaca. Hujan turun sepanjang hari dan dingin masih menusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di perempatan Jalan Tverskaya, terdapat Historical Museum sebagai 'gerbang' menuju lapangan besar Red Square. Mampirlah ke Katedral St Basil yang buka sejak pukul 10.00-19.00 waktu setempat. Dengan harga tiket 350 Rouble (Rp 108 ribu), pengunjung bisa menikmati lukisan dan beragam pernak-pernik bernilai seni tinggi peninggalan berabad silam.
Waktu terbaik menikmati Katedral St Basil memang siang hari, meski malam harinya, suasana mistis tampak kental terlihat dari jam di luar gereja ini.
Setelah Katedral St Basil, mampirlah ke Kremlin dan Lenin Mausoleum. Ini adalah tempat untuk melihat salah satu sisi Moskow bersanding dengan Sungai Moskow yang elok saat malam.
Kalau tidak ingin memasuki gedung-gedung ini, wisatawan bisa berfoto ria di Red Square. Inilah tempat menikmati sisa-sisa kejayaan Uni Soviet di masa silam.
Oh ya, satu hal yang asyik saat ngabuburit di Red Square, turis bisa mendengar alunan simfoni Russian Waltz no 2 di jam-jam tertentu. Musik karangan Dmitri Shostakovich mengalun di taman bunga persis di tengah lapangan Red Square. Romantis!
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib