Shouchiku Tanabe adalah penerus generasi keempat dari keluarga pengrajin bambu Jepang, Tanabe Chikuunsai. Benda kerajinan bambu keluarga Tanabe ini terkadang memakai unsur rotan. Siapa sangka, generasi pertama keluarga Tanabe alias kakek buyutnya memakai rotan yang berasal dari Pulau Jawa!
Shouchiku mengisahkan asal mula kakek buyutnya memakai rotan dari Pulau Jawa pada awal membuat kerajinan ini 120 tahun lalu. Rotan dalam bahasa Jepang adalah 'To'. Nah, sekitar Zaman Edo, 3-4 abad lalu, 'To' juga berarti 'Jawa'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, bahan-bahan yang digunakan semua dari Jepang, sebagian kecil dari China. Dia mengakui seni kerajinan bambu ini pada awalnya dipengaruhi negeri Tirai Bambu.
Shouchiku sangat selektif memilih bahan baku kerajinannya. Dia menjelaskan, dari sekitar 600-800 jenis bambu yang ada di Jepang, dia hanya memakai 20 macam bambu saja.
Di bengkel kerjanya, Shouchiku menunjukkan jenis-jenis bambu. Bambu yang paling banyak dipakai adalah Madake, bambu besar berwarna hijau. Ada juga bambu hitam alami, kemudian bambu asap yang berubah warna menjadi cokelat karena ditaruh di atas perapian rumah selama ratusan tahun. Ada pula bambu yang meliak-liuk seperti gelombang atau punggung unta, kemudian bambu yang bermotif seperti macan tutul.
"Ini bambu China, asal-usulnya ada legendanya. Jadi ada kaisar meninggal, kemudian 2 istrinya menangis. Air matanya jatuh dari atas gunung mengalir ke danau hingga tumbuhlah bambu itu," kata Shouchiku sambil tersenyum.
Ada pula bambu yang tumbuhnya di tempat khusus di kuil tua, Kuil Ebaraji, tempat kelahiran Gyoki, pendeta Buddha di Jepang pada abad ke 7-8. Kuil ini sendiri terletak di Sakai.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5