Adalah Red Bull X-Alps, lomba lintas alam yang disebut-sebut paling ekstrem sedunia. Betapa tidak, para atlet harus mengarungi ganasnya lanskap Pegunungan Alpen dari Salzburg, Austria sampai Monaco. Jaraknya tak kurang dari 1.000 Km.
Bayangkan jarak sepanjang itu hanya boleh ditaklukkan dengan 2 cara: trekking dan paragliding. Oleh karena itu, tak semua orang bisa ikut serta dalam lomba lintas alam ini. Mengutip situs resmi Red Bull X-Alps, Rabu (22/1/2014), pihak penyelenggara hanya mengundang para atlet profesional untuk ikut andil dalam Red Bull X-Alps.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat-alat paragliding seperti parasut, tali, helm, dan lain-lain juga dibawa oleh atlet dan supporter. Lomba ini rata-rata menghabiskan waktu 10 hari, dengan atlet berjalan kaki sejauh 900 kilometer. Tiap hari mereka membakar sekitar 5.000-7.000 kalori!
Para atlet ini boleh menentukan rute sendiri. Tahun lalu, ada aturan baru dalam Red Bull X-Alps. Masing-masing atlet punya kesempatan untuk istirahat semalam, atau 'Night Pass'.
"Adanya Night Pass ini bertujuan agar para atlet bisa istirahat dan memikirkan taktik. Namun itu artinya, mereka kehilangan 1 malam untuk beristirahat. Dan Night Pass ini hanya boleh satu kali," tutur penyelenggara lomba, Christoph Weber.
Lomba lintas alam ekstrem ini berakhir 48 jam setelah atlet pertama mencapai garis finis. Urutan-urutan selanjutnya tergantung seberapa jauh si atlet dari Monaco.
Tahun lalu, 31 atlet terbaik dipilih dan diundang langsung oleh pihak penyelenggara. Pemenangnya, Christian Maurer, juga menjadi juara lomba pada 2009 dan 2011. Namun rekor tetap dipegang oleh atlet paragliding dari Swiss, yang menyelesaikan lomba kurang dari 10 hari pada ajang tahun 2009. Luar biasa!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Kibarkan Bendera Bizantium di Hagia Sophia, 2 Turis Ditangkap