Apa jadinya kalau Anda wisata ke suatu desa yang penuh warna-warni? Tiap rumahnya punya warna masing-masing, seperti merah, biru, kuning, hijau hingga ungu. Jangan salah, desa-desa seperti itu memang sungguhan adanya. Bagaikan di negeri dongeng.
Disusun detikTravel, Kamis (13/3/2014) berikut 4 desa warna-warni di dunia:
|
(Thinkstock)
|
1. Desa Riomaggiore, Italia
|
(Thinkstock)
|
Bayangkan saja, tiap rumah dan bangunan di desa ini punya beragam warna. Ada warna biru, hijau, merah, kuning, oranye, hingga warna-warna pastel seperti merah jambu dan hijau toska yang terlihat jelas selama Anda mengitari desanya. Siapa saja bakal berdecak kagum saat datang ke sini, bahkan banyak traveler yang menyebutnya sebagai tempat tercantik di dunia.
Desa Riomaggiore berada di kawasan lembah dan berhadapan langsung dengan Laut Mediterania. Anda bisa menyusuri pinggiran tebing melalui jalan setapak, untuk duduk di puncaknya sambil memotret keindahan desanya. Layangkan juga pandangan ke lautannya yang cantik rupawan. Tak sedikit pelukis datang ke desa ini untuk melukis keindahannya dalam kanvas. Bagi traveler, Anda pasti jatuh cinta dengan Desa Riomaggiore. Numero uno!
1. Desa Riomaggiore, Italia
|
(Thinkstock)
|
Bayangkan saja, tiap rumah dan bangunan di desa ini punya beragam warna. Ada warna biru, hijau, merah, kuning, oranye, hingga warna-warna pastel seperti merah jambu dan hijau toska yang terlihat jelas selama Anda mengitari desanya. Siapa saja bakal berdecak kagum saat datang ke sini, bahkan banyak traveler yang menyebutnya sebagai tempat tercantik di dunia.
Desa Riomaggiore berada di kawasan lembah dan berhadapan langsung dengan Laut Mediterania. Anda bisa menyusuri pinggiran tebing melalui jalan setapak, untuk duduk di puncaknya sambil memotret keindahan desanya. Layangkan juga pandangan ke lautannya yang cantik rupawan. Tak sedikit pelukis datang ke desa ini untuk melukis keindahannya dalam kanvas. Bagi traveler, Anda pasti jatuh cinta dengan Desa Riomaggiore. Numero uno!
2. Desa Burano, Italia
|
(Thinkstock)
|
Ada yang unik dari sejarah Desa Burano yang berwarna-warni ini. Tiap-tiap rumah yang punya masing-masing warna di sana bukan hasil kerjaan dari seniman, melainkan dari penduduk setempat. Pada zaman dulu yang mana pulaunya sudah dihuni sejak abad ke-6, penduduk setempat kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Lalu, tiap habis dari melaut mereka selalu tersasar pulang karena rumah di sana bentuknya sama semua.
Akhirnya, mereka mengecat rumahnya dengan tiap-tiap warna. Ada yang berwarna kuning, hijau, merah, biru, oranye, jingga dan masih banyak lagi. Alhasil hingga kini rumah-rumah di Desa Burano masih berwarna-warni. Tak percaya, coba buktikan sendiri!
2. Desa Burano, Italia
|
(Thinkstock)
|
Ada yang unik dari sejarah Desa Burano yang berwarna-warni ini. Tiap-tiap rumah yang punya masing-masing warna di sana bukan hasil kerjaan dari seniman, melainkan dari penduduk setempat. Pada zaman dulu yang mana pulaunya sudah dihuni sejak abad ke-6, penduduk setempat kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Lalu, tiap habis dari melaut mereka selalu tersasar pulang karena rumah di sana bentuknya sama semua.
Akhirnya, mereka mengecat rumahnya dengan tiap-tiap warna. Ada yang berwarna kuning, hijau, merah, biru, oranye, jingga dan masih banyak lagi. Alhasil hingga kini rumah-rumah di Desa Burano masih berwarna-warni. Tak percaya, coba buktikan sendiri!
3. Bo-Kaap, Afrika Selatan
|
(Thinkstock)
|
Namun kini, Bo-Kaap menjadi destinasi wisata yang sangat menarik dikunjungi. Betapa tidak, rumah-rumah yang ada di pinggir jalan semuanya berwarna-warni, dari oranye, hijau, pink, kuning dan lain-lain. Selain itu, desa ini dihuni oleh mayoritas penduduk yang memluk agama Muslim dan jadi salah satu kawasan Muslim paling terkenal di Afrika Selatan.
Entah apa sejarahnya dan siapa yang memulai pertama kali mengecat rumah dengan warna-warni di sini. Yang pasti, Desa Bo-Kapp selalu mencuri hati para turis yang melancong ke sana.
3. Bo-Kaap, Afrika Selatan
|
(Thinkstock)
|
Namun kini, Bo-Kaap menjadi destinasi wisata yang sangat menarik dikunjungi. Betapa tidak, rumah-rumah yang ada di pinggir jalan semuanya berwarna-warni, dari oranye, hijau, pink, kuning dan lain-lain. Selain itu, desa ini dihuni oleh mayoritas penduduk yang memluk agama Muslim dan jadi salah satu kawasan Muslim paling terkenal di Afrika Selatan.
Entah apa sejarahnya dan siapa yang memulai pertama kali mengecat rumah dengan warna-warni di sini. Yang pasti, Desa Bo-Kapp selalu mencuri hati para turis yang melancong ke sana.
4. Rainbow Family Village, Taiwan
|
(trendhunter.com)
|
Pelukisnya adalah Huang Yung Fu ini yang dijuluki Grandpa Rainbow. Sehari-harinya, Grandpa Rainbow mewarnai desa tersebut sedikit demi sedikit. Dia membuat suasana desa kembali bersinar dengan warna cerah dan aneka lukisan. Menurut beberapa sumber, Granda melukis desa karena sedang bosan.
Tapi di lain sisi, beredar kabar kalau itu adalah cara dia untuk menjaga dari penggusuran. Sebabnya, hanya Grandpa saja yang kini tinggal di sana dan rumornya desa tersebut akan digusur untuk dibangun ulang oleh pemerintah setempat. Tapi hingga kini, desa pelangi tersebut masih jadi destinasi wisata yang unik untuk turis.
4. Rainbow Family Village, Taiwan
|
(trendhunter.com)
|
Pelukisnya adalah Huang Yung Fu ini yang dijuluki Grandpa Rainbow. Sehari-harinya, Grandpa Rainbow mewarnai desa tersebut sedikit demi sedikit. Dia membuat suasana desa kembali bersinar dengan warna cerah dan aneka lukisan. Menurut beberapa sumber, Granda melukis desa karena sedang bosan.
Tapi di lain sisi, beredar kabar kalau itu adalah cara dia untuk menjaga dari penggusuran. Sebabnya, hanya Grandpa saja yang kini tinggal di sana dan rumornya desa tersebut akan digusur untuk dibangun ulang oleh pemerintah setempat. Tapi hingga kini, desa pelangi tersebut masih jadi destinasi wisata yang unik untuk turis.
Halaman 2 dari 10












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?
3 Kota di ASEAN Paling Murah Versi Turis AS