5 Hal Paling Aneh yang Dilakukan Kebun Binatang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Kebun Binatang

5 Hal Paling Aneh yang Dilakukan Kebun Binatang

- detikTravel
Kamis, 27 Mar 2014 18:43 WIB
5 Hal Paling Aneh yang Dilakukan Kebun Binatang
(japantrends.com)
Jakarta - Untuk menarik wisatawan, kebun binatang harus punya hewan unik dan langka, atraksi keren atau fasilitas yang sangat beda. Namun beberapa kebun binatang pernah melakukan hal paling aneh demi mendatangkan pengunjung.

Kreatif boleh, tapi kalau sampai memaksa, hasilnya adalah komentar miring dari orang-orang. Dilansir dari Cracked, Kamis (27/4/2014) pernah ada sejumlah kebun binatang yang melakukan hal yang sangat menyeleneh:

(japantrends.com)

1. Bronx Zoo: Mengkandangkan pria Kongo

(docstoc.com)
Pada 1906, Ota Benga pria dari suku asli Kongo dibawa ke Amerika Serikat untuk dipertontonkan dalam pameran World's Fair. Karena eksotis, Ota Benga diminta tinggal di Bronx Zoo diurus oleh William Hornaday, pengurus hewan di kebun binatang.

Benga rupanya senang bermain dengan monyet seperti di negeri asalnya. Pengurus kebun binatang lantas membuatkan Benga gubuk di dalam kandang orangutan dan Benga tinggal di dalamnya. Bronx Zoo secara faktual sebenarnya mengkandangkan Ota Benga. Reaksi publik? Tentu saja protes dengan tudingan Bronx Zoo bersikap rasis.

1. Bronx Zoo: Mengkandangkan pria Kongo

(docstoc.com)
Pada 1906, Ota Benga pria dari suku asli Kongo dibawa ke Amerika Serikat untuk dipertontonkan dalam pameran World's Fair. Karena eksotis, Ota Benga diminta tinggal di Bronx Zoo diurus oleh William Hornaday, pengurus hewan di kebun binatang.

Benga rupanya senang bermain dengan monyet seperti di negeri asalnya. Pengurus kebun binatang lantas membuatkan Benga gubuk di dalam kandang orangutan dan Benga tinggal di dalamnya. Bronx Zoo secara faktual sebenarnya mengkandangkan Ota Benga. Reaksi publik? Tentu saja protes dengan tudingan Bronx Zoo bersikap rasis.

2. London Zoo: Kandang manusia

(AFP)
Kejadian ala Ota Benga berulang di London Zoo, London, Inggris tahun 2005. Mereka menyajikan kandang berisi manusia untuk menarik perhatian pengunjung.

Namun tidak ada yang rasis di sini, karena penghuni kandanganya adalah aktor yang dibayar. Mereka memakai baju ala Tarzan agar bertema rimba. Meski demikian, pengunjung rasanya malah seperti melihat penjara karena ada manusia di balik jeruji besi. Sebuah perusahaan asuransi akhirnya meminta London Zoo menghentikan atraksi kandang manusia ini.

2. London Zoo: Kandang manusia

(AFP)
Kejadian ala Ota Benga berulang di London Zoo, London, Inggris tahun 2005. Mereka menyajikan kandang berisi manusia untuk menarik perhatian pengunjung.

Namun tidak ada yang rasis di sini, karena penghuni kandanganya adalah aktor yang dibayar. Mereka memakai baju ala Tarzan agar bertema rimba. Meski demikian, pengunjung rasanya malah seperti melihat penjara karena ada manusia di balik jeruji besi. Sebuah perusahaan asuransi akhirnya meminta London Zoo menghentikan atraksi kandang manusia ini.

3. Ueno Zoo: Simulasi serangan hewan

(japantrends.com)
Latihan tanggap darurat sih sah-sah saja dilakukan. Tapi mungkin Ueno Zoo di Tokyo, Jepang agak lebay. Mereka pernah menggelar simulasi tanggap darurat dengan tema: Serangan Hewan!

Skenarionya, bagaimana kalau ada hewan-hewan buas yang kabur dari kandang. Bagaimana menyelamatkan para turis dari kebun binatang? Begitulah kira-kira latihan tanggap darurat ini. Tenang saja, tidak ada hewan sungguhan di sini, melainkan para pegawai kebun binatang memakai kostum hewan.

Jadilah akhirnya ada 'gorila' lepas, kemudian datang truk berisi para pegawai kebun binatang dengan senjata bius. Si gorila pingsan lalu dibungkus jaring dan diamankan. Aksi ini ditonton oleh anak-anak pengunjung kebun binatang. Lucu, seru, tapi aneh tidak sih?

3. Ueno Zoo: Simulasi serangan hewan

(japantrends.com)
Latihan tanggap darurat sih sah-sah saja dilakukan. Tapi mungkin Ueno Zoo di Tokyo, Jepang agak lebay. Mereka pernah menggelar simulasi tanggap darurat dengan tema: Serangan Hewan!

Skenarionya, bagaimana kalau ada hewan-hewan buas yang kabur dari kandang. Bagaimana menyelamatkan para turis dari kebun binatang? Begitulah kira-kira latihan tanggap darurat ini. Tenang saja, tidak ada hewan sungguhan di sini, melainkan para pegawai kebun binatang memakai kostum hewan.

Jadilah akhirnya ada 'gorila' lepas, kemudian datang truk berisi para pegawai kebun binatang dengan senjata bius. Si gorila pingsan lalu dibungkus jaring dan diamankan. Aksi ini ditonton oleh anak-anak pengunjung kebun binatang. Lucu, seru, tapi aneh tidak sih?

4. Mahra Land Zoo: Atraksi hewan palsu

(mnn.com)
Mahra Land Zoo adalah kebun binatang milik Palestina di Jalur Gaza. Israel memblokade kawasan ini dari berbagai sudut. Kontak senjata bisa terjadi kapan saja. Namun semangat orang Palestina untuk bertahan hidup patut diacungi jempol.

Nah, bagaimana sebuah kebun binatang di negeri dengan konflik bersenjata harus bertahan hidup dan menarik perhatian pengunjung? Coba tanya Ahmed Berghat, sang pemilik Mahra Land Zoo. Pertama-tama, dia menyelundupkan hewan lewat terowongan bawah tanah.

Namun akhirnya upaya itu sulit juga. Akhirnya... Berghat membuat variasi hewan koleksi Mahra Land Zoo dengan mendandani mereka. Keledai didandani jadi Zebra, kucing hutan yang besar didandani jadi Puma.

"Rambutnya kami potong dan kami warnai belang-belang hitam putih. Anak-anak menyukainya," kata Berghat. Untuk situasi darurat seperti di Palestina, sepertinya dunia memaklumi kalau ada kebun binatang dengan hewan palsu.

4. Mahra Land Zoo: Atraksi hewan palsu

(mnn.com)
Mahra Land Zoo adalah kebun binatang milik Palestina di Jalur Gaza. Israel memblokade kawasan ini dari berbagai sudut. Kontak senjata bisa terjadi kapan saja. Namun semangat orang Palestina untuk bertahan hidup patut diacungi jempol.

Nah, bagaimana sebuah kebun binatang di negeri dengan konflik bersenjata harus bertahan hidup dan menarik perhatian pengunjung? Coba tanya Ahmed Berghat, sang pemilik Mahra Land Zoo. Pertama-tama, dia menyelundupkan hewan lewat terowongan bawah tanah.

Namun akhirnya upaya itu sulit juga. Akhirnya... Berghat membuat variasi hewan koleksi Mahra Land Zoo dengan mendandani mereka. Keledai didandani jadi Zebra, kucing hutan yang besar didandani jadi Puma.

"Rambutnya kami potong dan kami warnai belang-belang hitam putih. Anak-anak menyukainya," kata Berghat. Untuk situasi darurat seperti di Palestina, sepertinya dunia memaklumi kalau ada kebun binatang dengan hewan palsu.

5. Kisangani Zoo: Pameran hewan mati

(lindaspadolini.net)
Kelaparan melanda Zaire, ekonominya hancur lebur. Lantas bagaimana mengurus kebun binatang dalam kondisi seperti ini. Bayangkan saja singa di Kisangani Zoo diberi makan daging kambing sementara pengunjung kebun binatangnya saja tidak makan apa-apa selama beberapa hari.

Akhirnya, hewan kebun binatang pun dimakan! Pengelola kebun binatang pernah mendapati sepasukan tentara membunuh dan memakan gajah milik mereka. Sementara beberapa hewan lain kabur. Kisangani Zoo kini tidak punya hewan, namun tetap buka untuk pengunjung.

Pemandu akan menunjukan kandang berisi tulang belulang hewan kepada wisatawan, sambil bercerita," Jadi dulu kami punya simpanse, lalu dia mati kelaparan..." Menyedihkan...

5. Kisangani Zoo: Pameran hewan mati

(lindaspadolini.net)
Kelaparan melanda Zaire, ekonominya hancur lebur. Lantas bagaimana mengurus kebun binatang dalam kondisi seperti ini. Bayangkan saja singa di Kisangani Zoo diberi makan daging kambing sementara pengunjung kebun binatangnya saja tidak makan apa-apa selama beberapa hari.

Akhirnya, hewan kebun binatang pun dimakan! Pengelola kebun binatang pernah mendapati sepasukan tentara membunuh dan memakan gajah milik mereka. Sementara beberapa hewan lain kabur. Kisangani Zoo kini tidak punya hewan, namun tetap buka untuk pengunjung.

Pemandu akan menunjukan kandang berisi tulang belulang hewan kepada wisatawan, sambil bercerita," Jadi dulu kami punya simpanse, lalu dia mati kelaparan..." Menyedihkan...
Halaman 2 dari 12
Pada 1906, Ota Benga pria dari suku asli Kongo dibawa ke Amerika Serikat untuk dipertontonkan dalam pameran World's Fair. Karena eksotis, Ota Benga diminta tinggal di Bronx Zoo diurus oleh William Hornaday, pengurus hewan di kebun binatang.

Benga rupanya senang bermain dengan monyet seperti di negeri asalnya. Pengurus kebun binatang lantas membuatkan Benga gubuk di dalam kandang orangutan dan Benga tinggal di dalamnya. Bronx Zoo secara faktual sebenarnya mengkandangkan Ota Benga. Reaksi publik? Tentu saja protes dengan tudingan Bronx Zoo bersikap rasis.

Pada 1906, Ota Benga pria dari suku asli Kongo dibawa ke Amerika Serikat untuk dipertontonkan dalam pameran World's Fair. Karena eksotis, Ota Benga diminta tinggal di Bronx Zoo diurus oleh William Hornaday, pengurus hewan di kebun binatang.

Benga rupanya senang bermain dengan monyet seperti di negeri asalnya. Pengurus kebun binatang lantas membuatkan Benga gubuk di dalam kandang orangutan dan Benga tinggal di dalamnya. Bronx Zoo secara faktual sebenarnya mengkandangkan Ota Benga. Reaksi publik? Tentu saja protes dengan tudingan Bronx Zoo bersikap rasis.

Kejadian ala Ota Benga berulang di London Zoo, London, Inggris tahun 2005. Mereka menyajikan kandang berisi manusia untuk menarik perhatian pengunjung.

Namun tidak ada yang rasis di sini, karena penghuni kandanganya adalah aktor yang dibayar. Mereka memakai baju ala Tarzan agar bertema rimba. Meski demikian, pengunjung rasanya malah seperti melihat penjara karena ada manusia di balik jeruji besi. Sebuah perusahaan asuransi akhirnya meminta London Zoo menghentikan atraksi kandang manusia ini.

Kejadian ala Ota Benga berulang di London Zoo, London, Inggris tahun 2005. Mereka menyajikan kandang berisi manusia untuk menarik perhatian pengunjung.

Namun tidak ada yang rasis di sini, karena penghuni kandanganya adalah aktor yang dibayar. Mereka memakai baju ala Tarzan agar bertema rimba. Meski demikian, pengunjung rasanya malah seperti melihat penjara karena ada manusia di balik jeruji besi. Sebuah perusahaan asuransi akhirnya meminta London Zoo menghentikan atraksi kandang manusia ini.

Latihan tanggap darurat sih sah-sah saja dilakukan. Tapi mungkin Ueno Zoo di Tokyo, Jepang agak lebay. Mereka pernah menggelar simulasi tanggap darurat dengan tema: Serangan Hewan!

Skenarionya, bagaimana kalau ada hewan-hewan buas yang kabur dari kandang. Bagaimana menyelamatkan para turis dari kebun binatang? Begitulah kira-kira latihan tanggap darurat ini. Tenang saja, tidak ada hewan sungguhan di sini, melainkan para pegawai kebun binatang memakai kostum hewan.

Jadilah akhirnya ada 'gorila' lepas, kemudian datang truk berisi para pegawai kebun binatang dengan senjata bius. Si gorila pingsan lalu dibungkus jaring dan diamankan. Aksi ini ditonton oleh anak-anak pengunjung kebun binatang. Lucu, seru, tapi aneh tidak sih?

Latihan tanggap darurat sih sah-sah saja dilakukan. Tapi mungkin Ueno Zoo di Tokyo, Jepang agak lebay. Mereka pernah menggelar simulasi tanggap darurat dengan tema: Serangan Hewan!

Skenarionya, bagaimana kalau ada hewan-hewan buas yang kabur dari kandang. Bagaimana menyelamatkan para turis dari kebun binatang? Begitulah kira-kira latihan tanggap darurat ini. Tenang saja, tidak ada hewan sungguhan di sini, melainkan para pegawai kebun binatang memakai kostum hewan.

Jadilah akhirnya ada 'gorila' lepas, kemudian datang truk berisi para pegawai kebun binatang dengan senjata bius. Si gorila pingsan lalu dibungkus jaring dan diamankan. Aksi ini ditonton oleh anak-anak pengunjung kebun binatang. Lucu, seru, tapi aneh tidak sih?

Mahra Land Zoo adalah kebun binatang milik Palestina di Jalur Gaza. Israel memblokade kawasan ini dari berbagai sudut. Kontak senjata bisa terjadi kapan saja. Namun semangat orang Palestina untuk bertahan hidup patut diacungi jempol.

Nah, bagaimana sebuah kebun binatang di negeri dengan konflik bersenjata harus bertahan hidup dan menarik perhatian pengunjung? Coba tanya Ahmed Berghat, sang pemilik Mahra Land Zoo. Pertama-tama, dia menyelundupkan hewan lewat terowongan bawah tanah.

Namun akhirnya upaya itu sulit juga. Akhirnya... Berghat membuat variasi hewan koleksi Mahra Land Zoo dengan mendandani mereka. Keledai didandani jadi Zebra, kucing hutan yang besar didandani jadi Puma.

"Rambutnya kami potong dan kami warnai belang-belang hitam putih. Anak-anak menyukainya," kata Berghat. Untuk situasi darurat seperti di Palestina, sepertinya dunia memaklumi kalau ada kebun binatang dengan hewan palsu.

Mahra Land Zoo adalah kebun binatang milik Palestina di Jalur Gaza. Israel memblokade kawasan ini dari berbagai sudut. Kontak senjata bisa terjadi kapan saja. Namun semangat orang Palestina untuk bertahan hidup patut diacungi jempol.

Nah, bagaimana sebuah kebun binatang di negeri dengan konflik bersenjata harus bertahan hidup dan menarik perhatian pengunjung? Coba tanya Ahmed Berghat, sang pemilik Mahra Land Zoo. Pertama-tama, dia menyelundupkan hewan lewat terowongan bawah tanah.

Namun akhirnya upaya itu sulit juga. Akhirnya... Berghat membuat variasi hewan koleksi Mahra Land Zoo dengan mendandani mereka. Keledai didandani jadi Zebra, kucing hutan yang besar didandani jadi Puma.

"Rambutnya kami potong dan kami warnai belang-belang hitam putih. Anak-anak menyukainya," kata Berghat. Untuk situasi darurat seperti di Palestina, sepertinya dunia memaklumi kalau ada kebun binatang dengan hewan palsu.

Kelaparan melanda Zaire, ekonominya hancur lebur. Lantas bagaimana mengurus kebun binatang dalam kondisi seperti ini. Bayangkan saja singa di Kisangani Zoo diberi makan daging kambing sementara pengunjung kebun binatangnya saja tidak makan apa-apa selama beberapa hari.

Akhirnya, hewan kebun binatang pun dimakan! Pengelola kebun binatang pernah mendapati sepasukan tentara membunuh dan memakan gajah milik mereka. Sementara beberapa hewan lain kabur. Kisangani Zoo kini tidak punya hewan, namun tetap buka untuk pengunjung.

Pemandu akan menunjukan kandang berisi tulang belulang hewan kepada wisatawan, sambil bercerita," Jadi dulu kami punya simpanse, lalu dia mati kelaparan..." Menyedihkan...

Kelaparan melanda Zaire, ekonominya hancur lebur. Lantas bagaimana mengurus kebun binatang dalam kondisi seperti ini. Bayangkan saja singa di Kisangani Zoo diberi makan daging kambing sementara pengunjung kebun binatangnya saja tidak makan apa-apa selama beberapa hari.

Akhirnya, hewan kebun binatang pun dimakan! Pengelola kebun binatang pernah mendapati sepasukan tentara membunuh dan memakan gajah milik mereka. Sementara beberapa hewan lain kabur. Kisangani Zoo kini tidak punya hewan, namun tetap buka untuk pengunjung.

Pemandu akan menunjukan kandang berisi tulang belulang hewan kepada wisatawan, sambil bercerita," Jadi dulu kami punya simpanse, lalu dia mati kelaparan..." Menyedihkan...

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads