Kalau Anda mau tahu wanita lebih dekat, cobalah datangi keempat museum ini. Anda bisa mengetahui sejarah kecantikan wanita yang berbeda-beda di tiap negara dan justru terlihat aneh. Kalau mau yang sedikit ekstrem, ada museum yang menampilkan sejarah aborsi dan berbagai peralatannya di zaman dulu.
Disusun detikTravel, Rabu (21/5/2014) berikut 4 museum aneh di dunia tentang wanita:
|
|
1. Museum Kecantikan, Malaysia
|
(CNN)
|
Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.
Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.
1. Museum Kecantikan, Malaysia
|
(CNN)
|
Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.
Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.
2. Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Austria
|
(de.muvs.org)
|
Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.
Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.
Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.
2. Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Austria
|
(de.muvs.org)
|
Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.
Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.
Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.
3. Museum Goji Berry, China
|
(Putri/detikTravel)
|
Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!
Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.
3. Museum Goji Berry, China
|
(Putri/detikTravel)
|
Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!
Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.
4. Museum Rambut, Turki
|
(Getty Images)
|
Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.
Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.
Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?
4. Museum Rambut, Turki
|
(Getty Images)
|
Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.
Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.
Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?
Halaman 2 dari 10












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara