Ini 4 Museum Aneh di Dunia Tentang Wanita

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini 4 Museum Aneh di Dunia Tentang Wanita

- detikTravel
Rabu, 21 Mei 2014 17:09 WIB
Ini 4 Museum Aneh di Dunia Tentang Wanita
Melaka - Tahukah Anda, setidaknya ada 4 museum paling aneh di dunia tentang wanita. Museum-museum tersebut berisikan segala hal soal wanita, dari rahasia kecantikan di tiap negara sampai koleksi rambut wanita dari seluruh dunia. Penasaran?

Kalau Anda mau tahu wanita lebih dekat, cobalah datangi keempat museum ini. Anda bisa mengetahui sejarah kecantikan wanita yang berbeda-beda di tiap negara dan justru terlihat aneh. Kalau mau yang sedikit ekstrem, ada museum yang menampilkan sejarah aborsi dan berbagai peralatannya di zaman dulu.

Disusun detikTravel, Rabu (21/5/2014) berikut 4 museum aneh di dunia tentang wanita:

1. Museum Kecantikan, Malaysia

(CNN)
Museum Enduring Beauty alias museum kecantikan ini berada di Jl Kota, Bandar Hilir, Melaka, Malaysia. Di sinilah Anda bisa menemukan tentang arti kecantikan yang ternyata dinilai berbeda di tiap negara. Cantik bukan hanya kulit putih atau badan langsing saja.

Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.

Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.

1. Museum Kecantikan, Malaysia

(CNN)
Museum Enduring Beauty alias museum kecantikan ini berada di Jl Kota, Bandar Hilir, Melaka, Malaysia. Di sinilah Anda bisa menemukan tentang arti kecantikan yang ternyata dinilai berbeda di tiap negara. Cantik bukan hanya kulit putih atau badan langsing saja.

Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.

Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.

2. Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Austria

(de.muvs.org)
Dahi Anda mungkin bakal mengerenyit mendengar nama Museum Kontrasepsi dan Aborsi di Austria. Jangan berpikir macam-macam dulu, museum yang berada di Kota Wina ini adalah tempat pembelajaran tentang kehamilan yang berkaitan dengan kontrasepsi dan aborsi.

Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.

Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.

Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.

2. Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Austria

(de.muvs.org)
Dahi Anda mungkin bakal mengerenyit mendengar nama Museum Kontrasepsi dan Aborsi di Austria. Jangan berpikir macam-macam dulu, museum yang berada di Kota Wina ini adalah tempat pembelajaran tentang kehamilan yang berkaitan dengan kontrasepsi dan aborsi.

Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.

Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.

Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.

3. Museum Goji Berry, China

(Putri/detikTravel)
Museum Goji Berry di China menyimpan rahasia kecantikan wanita dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Di museum inilah terdapat buah goji berry yang diyakini membuat kulit wanita lebih putih, bersih dan mulus. Museumnya berada di Yinchuan, Provinsi Ningxia.

Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!

Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.

3. Museum Goji Berry, China

(Putri/detikTravel)
Museum Goji Berry di China menyimpan rahasia kecantikan wanita dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Di museum inilah terdapat buah goji berry yang diyakini membuat kulit wanita lebih putih, bersih dan mulus. Museumnya berada di Yinchuan, Provinsi Ningxia.

Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!

Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.

4. Museum Rambut, Turki

(Getty Images)
Museum Rambut di Avanos, Cappadocia bakal bikin Anda geleng-geleng kepala. Di museum ini terdapat potongan rambut dari 16 ribu wanita yang berasal dari berbagai belahan dunia!

Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.

Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.

Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?

4. Museum Rambut, Turki

(Getty Images)
Museum Rambut di Avanos, Cappadocia bakal bikin Anda geleng-geleng kepala. Di museum ini terdapat potongan rambut dari 16 ribu wanita yang berasal dari berbagai belahan dunia!

Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.

Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.

Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?
Halaman 2 dari 10
Museum Enduring Beauty alias museum kecantikan ini berada di Jl Kota, Bandar Hilir, Melaka, Malaysia. Di sinilah Anda bisa menemukan tentang arti kecantikan yang ternyata dinilai berbeda di tiap negara. Cantik bukan hanya kulit putih atau badan langsing saja.

Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.

Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.

Museum Enduring Beauty alias museum kecantikan ini berada di Jl Kota, Bandar Hilir, Melaka, Malaysia. Di sinilah Anda bisa menemukan tentang arti kecantikan yang ternyata dinilai berbeda di tiap negara. Cantik bukan hanya kulit putih atau badan langsing saja.

Di dalam museum ini dipamerkan patung dan lukisan yang menggambarkan tentang konsep kecantikan dari berbagai negara. Yang aneh, justru hal tersebut terlihat menyakitkan. Di China misalnya, wanita cantik pada zaman dulu adalah wanita yang memiliki kaki kecil. Jadi, para gadis di China sejak kecil kakinya sudah dibebat hanya sebesar kepalan tangan.

Masih banyak konsep kecantikan yang justru terlihat menyakitkan di sana. Museumnya buka mulai pukul 09.00-17.00 waktu setempat dan hanya tutup pada hari Selasa, dengan tiket masuk sebesar RM 2 atau Rp 7 ribu saja. Di museum inilah Anda benar-benar bisa mengetahui arti, 'beauty is pain'.

Dahi Anda mungkin bakal mengerenyit mendengar nama Museum Kontrasepsi dan Aborsi di Austria. Jangan berpikir macam-macam dulu, museum yang berada di Kota Wina ini adalah tempat pembelajaran tentang kehamilan yang berkaitan dengan kontrasepsi dan aborsi.

Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.

Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.

Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.

Dahi Anda mungkin bakal mengerenyit mendengar nama Museum Kontrasepsi dan Aborsi di Austria. Jangan berpikir macam-macam dulu, museum yang berada di Kota Wina ini adalah tempat pembelajaran tentang kehamilan yang berkaitan dengan kontrasepsi dan aborsi.

Ada dua bagian di dalam museumnya, yakni bagian kontrasepsi dan aborsi. Di bagian kontrasepsi dijelaskan sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Pada zaman dulu, metode kontrasepsi dikenal ekstrem, seperti memasukkan selang ke dalam vagina dari irrigator yang berisi air murni dan asam karbol sebanyak 2%. Namun seiring berjalan waktu, kini kondom merupakan alat kontrasepsi yang dianggap paling aman.

Begitu pula di bagian aborsi, tertera tersimpan alat aborsi berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Itu adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Bahkan, di sana juga ditampilkan film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat tersebut.

Museumnya sedang direnovasi dan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang, dengan tiket masuk sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Jangan hanya melihat hal yang aneh dan ekstrem, Anda yang datang ke museum mungkin bisa menghargai kehidupan sang ibu dan bayi.

Museum Goji Berry di China menyimpan rahasia kecantikan wanita dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Di museum inilah terdapat buah goji berry yang diyakini membuat kulit wanita lebih putih, bersih dan mulus. Museumnya berada di Yinchuan, Provinsi Ningxia.

Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!

Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.

Museum Goji Berry di China menyimpan rahasia kecantikan wanita dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Di museum inilah terdapat buah goji berry yang diyakini membuat kulit wanita lebih putih, bersih dan mulus. Museumnya berada di Yinchuan, Provinsi Ningxia.

Di dalam museumnya terdapat ruang pameran yang menampilkan buah goji berry, mulai dari yang masih ada di pohon atau sudah diproduksi menjadi camilan permen. Masarakat China percaya, buah goji berry diyakini mampu mencegah penuaan kulit!

Percaya tak percaya, tak ada salahnya Anda membawa oleh-oleh buah goji berry atau yang sudah jadi camilan atau permen. Siapa tahu, kulit bisa terlihat lebih cantik.

Museum Rambut di Avanos, Cappadocia bakal bikin Anda geleng-geleng kepala. Di museum ini terdapat potongan rambut dari 16 ribu wanita yang berasal dari berbagai belahan dunia!

Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.

Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.

Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?

Museum Rambut di Avanos, Cappadocia bakal bikin Anda geleng-geleng kepala. Di museum ini terdapat potongan rambut dari 16 ribu wanita yang berasal dari berbagai belahan dunia!

Uniknya, museum tersebut ada di sebuah lorong bawah tanah di toko gerabah milik Chez Galip. Begitu masuk ke dalam guanya, ada banyak rambut-rambut yang bergantung dengan berbagai warna dari cokelat, pirang sampai hitam.

Sejarahnya, 30 tahun lalu Galip menerima kenang-kenangan rambut dari seorang teman wanitanya yang ingin meninggalkan Avano. Sejak itulah, Galip punya ide untuk membuat Museum Rambut. Rambut-rambut di sana pun tak hanya dipajang, tapi juga disertai nama dan nomor telepon.

Guna memberikan apresiasi pada pengunjung toko dan museumnya, dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember pelanggan yang datang pertama ke tokonya akan diajak ke dalam Museum Rambut dan memilih sepuluh rambut. Kesepuluh pemilik rambut yang terpilih akan menerima liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. Berminat ladies?

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads