Beberapa waktu lalu, detikTravel sempat mampir ke pasar yang sudah puluhan tahun menjadi lokasi wisata belanja tersebut. Rasanya sulit menolak ajakan teman karena menurut cerita lokasi itu sangat 'hidup' saat malam hingga pagi hari. Bayangkan saja, Dongdaemun terdiri dari 37 pusat belanja.
Kawasan belanja ini terletak di pusat kota Seoul. Banyak cara untuk bisa sampai di sana mulai dari bus, taksi atau MRT. Stasiun MRT pun tak lebih dari 300 meter dari pusat belanja Dongdaemun. Salah satu tempat belanja yang ingin kami kunjungi adalah pusat belanja Doota, sebuah mal megah yang memiliki 5 lantai.
Benar saja. Sesampainya di sana, kelap-kelip lampu menghiasi pusat belanja Dongdaemun itu. Pandangan pertama yang sulit dilupakan. Penampakan itu jarang ditemui di Indonesia.
"Wow, sampai pagi hari masih buka dan ramai seperti ini," celetuk seorang teman.
Sesampai di sana, awalnya agak bingung memilih pusat belanja di Dongdaemun karena begitu banyaknya tempat belanja. Namun pada akhirnya kami tentukan yaitu tetap pada pusat belanja Doota.
Saat memasuki ke mal Doota, rasanya seperti siang hari. Kondisi dalam mal terang. Padahal kami berkunjung pukul 01.55 waktu setempat. Kami berkeliling mal yang terdiri dari 5 lantai itu dan mengunjungi tiap lantai menggunakan eskalator. Mal Doota terlihat lebih eksklusif dan sangat rapih penataan interiornya.
Di sini, barang yang dijual tidak jauh berbeda dengan mal-mal di Indonesia. Soal harga, para pedagang di sana hampir sama membanderolnya dengan pedagang di Indonesia. Gelang dan kalung perak di kisaran harga Rp 50 ribu-200 ribu.
Bagaimana dengan harga sepatu, koper, baju yang dijual di mal Doota? Dengan model yang sama dengan yang dipasarkan di Indonesia harga hampir mirip. Tidak ada selisih harga yang signifikan. Mempertimbangkan untuk beli oleh rasa sayang, sebab model-modelnya juga ada di Indonesia.
detikTravel sempat mampir ke toko Arirang di lantai 3. Tak percaya jika penjual di sini bisa berbahasa Indonesia meski tak lancar. Namun mereka bisa bicara "Mari, di sini jual oleh-oleh dan murah."
Usut punya usut, orang Indonesia kerap ke daerah Dongdaemun untuk menghabiskan uang Won-nya. Penjaga toko Jun mengakui di sini banyak orang Indonesia mencari oleh-oleh. Dia dan istrinya cukup senang jika kedatangan tamu orang Indonesia.
"Ayo di sini murah-murah. Jangan ragu, mau ginseng? Kita jual," tutur Jun menggoda calon pembeli. Jun menjelaskan, pusat belanja Doota tutup pukul 05.00 dan buka kembali pukul 10.00.
"Di sini buka pukul 10 pagi dan tutup pukul 05.00 pagi. Dan itu setiap hari," tutur Jun.
Nah, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi. Perut pun terasa lapar. Setelah dari mal Doota, detikTravel keluar dan mencari makan di kawasan pariwisata spesial di Seoul itu. Tak disangka berbagai macam restoran masih buka, dan pengunjung masih ramai. Jadi tak sulit mencari menu pilihan.
Pengalaman tak terlupakan berhasil diperoleh di Dongdaemun. Kondisi badan dan mata tetap segar, meski matahari mulai menunjukkan senyum manisnya saat itu.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong