Memang mesti diakui, keberadaan Pattaya Floating Market tidak semoncer kelab-kelab malam di Pattaya yang menawarkan sejuta aroma seksual. Padahal di pasar terapung ini kalau pengunjung mau menyempatkan diri untuk singgah dijamin bakal menimbulkan kesan yang mendalam dan sulit untuk dilupakan.
Pattaya Floating Market tak sekadar menawarkan pasar di atas air. Pasar terapung yang terletak di area Jomtien ini juga menyediakan berbagai suvenir dan makanan khas dari empat penjuru Thailand: Utara, Selatan, Pusat, dan Timur Laut. detikTravel mampir ke pasar terapung ini pekan lalu.
Seperi halnya Indonesia yang sangat kaya akan kulinernya, Thailand juga tak kalah memiliki menu-menu masakan khas Negeri Gajah Putih yang sudah mendunia. Siapa yang tak tahu tom yam, sup yang berasal dari Thailand yang biasanya dibuat dengan udang, ayam, ikan atau makanan laut yang dicampur, dan jamur.
Di Pattaya Floating Market ini beraneka menu tradisional Thailand ditawarkan dengan harga yang relatif cukup murah. Dengan mengantongi 200 bath atau sekitar Rp 70 ribu, pengunjung atau turis sudah bisa menyantap makanan dan minuman sampai kenyang.
Deretan bangunan-bangunan bilik dan kayu yang berjejer di sepanjang sungai menjajakan makanan dengan para penjualnya yang sangat khas orang Thai. Tinggal pilih saja sesuai selera.
Enaknya lagi, pengunjung juga bisa memilih tempat makan di daratan atau di atas perahu. Ditemani semilir angin yang berembus di atas sungai, atraksi kesenian tradisional dengan iringan musik khas Thailand seolah menjadi potret kesahajaan masyarakat Thailand tempo dulu. Setiap hari ada pertunjukkan kesenaian tradisional yang bisa dinikmati.
Dengan kekentalan budaya Thailand, tak heran banyak pelancong mancanegara terlihat begitu menikmati suasana obyek wisata bernama Floatara ini. Apalagi dengan fasilitas yang sedemikian lengkap, membuat turis betah berlama-lama di tempat ini.
Lebih dari 80 perahu dayung yang berada di Floatara selalu stand by untuk mengantar pengunjung mengelilingi seluruh areal ini yang dipenuhi dengan hiasan yang indah. Uniknya, ada beberapa perahu besar berkapasitas sekitar 20 orang yang dapat berlayar di atas tanah.
Bagaimana bisa? Di bagian bawah perahu ada rodanya sehingga memungkinkan untuk berjalan di darat. Perahu yang seketika bisa berubah menjadi kendaraan darat ini kontan membuat heran para pengunjung yang melihatnya. Perahu amfibi rupanya.
"Saya saja yang menumpang perahu ini sempat kaget karena ternyata bisa jalan di darat. Sangat berkesan," ungkap Asri Nirmala, seorang turis asal Indonesia seraya tertawa.
Dengan kelengkapan yang dimiliki Floatara ini tentunya sangat cocok untuk berbelanja sekaligus wisata kuliner khas Thailand. Jadi, tempat yang sangat otentik dengan kehidupan masyarakat tepi sungai ini wajib dikunjungi saat berada di Pattaya. Jangan hanya ke kelab malam saja yang menawarkan wisata esek-esek!
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta