Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Jul 2014 13:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Yang Lebih Unik dari Crop Circle: Lingkaran Peri di Namibia

Afif Farhan
detikTravel
Lingkaran peri yang mudah ditemukan di padang rumput atau gurun pasir di Namibia (Namibrand Nature Reserve/CNN Travel)
Windhoek - Fenomena crop circle, suatu pola unik raksasa di area pertanian adalah misteri di dunia. Di Namibia justru ada fenomena yang dianggap lebih unik daripada itu. Inilah lingkaran peri, suatu lingkaran yang tersebar banyak di gurun pasir hingga padang rumput.

Aneka pola crop circle mungkin bikin Anda penasaran dan mengundang sejuta pertanyaan. Tapi tunggu dulu, Anda dijamin bakal lebih heran lagi dengan fairy circle alias lingkaran peri yang ada di Namibia, Afrika.

Dilongok dari situs CNN Travel, Jumat (11/7/2014) lingkaran peri tersebar di sepanjang gurun pasir hingga padang rumput di Namibia. Kalau dihitung dengan jarak, lingkaran peri membentang sepanjang sekitar 1.000 km di negara tersebut.

Lingkaran peri merupakan suatu lingkaran dengan jumlah yang sangat banyak. Diameter lingkarannya ada yang berukuran dari 3 meter sampai puluhan meter. Tiap lingkaran ada yang polanya berdekatan dengan jumlah puluhan dan juga ada yang saling terpisah jauh.

Traveler yang sedang menjelajahi Namibia pasti dibikin geleng-geleng kepala oleh pemandangan lingkaran peri. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, lingkaran itu disebabkan oleh naga di bawah tanah. Nafas naga tersebut diyakini mengeluarkan api dan menggelembung ke permukaan tanah hingga terbakas dan berbekas lingkaran.

Fenomena lingkaran peri yang pertama kali ditemukan masyarakat tahun 1970-an ini pun sudah lama mencuri perhatian para peneliti di dunia. Ada banyak hasil penelitian yang mengungkapkan kebenaran lingkaran peri, seperti lingkaran-lingkarannya disebabkan oleh rayap pasir atau psammotermes allocerus.

Rayap pasir diprediksi memakan akar rumput dan menghisap seluruh air di tanah sampai meninggalkan jejak lingkaran. Tapi, teori tersebut disebut dinilai belum memuaskan. Bagaimana bisa rayap pasir membentuk pola yang begitu banyak dan sedemikian teratur bentuk lingkarannya?

Seorang peneliti dari Helmholtz Centre for Environmental Research di Leipzig, Jerman, yakni Stephan Getzin memberikan teori yang lebih masuk akal. Dia mengungkapkan, lingkaran peri terjadi akibat persaingan sengit rerumputan di dalam tanah!

Jarangnya hujan dan nutrisi tanah yang kurang membuat kompetisi intens di antara tanaman rumput. Rumput-rumput yang kuat bakal menghisap banyak air dan nutrisi tanah dan menyebabkan rumput-rumput lainnya mati.

Kompetisi pun makin ketat dan tanaman rumput membentuk lingkaran secara alami untuk memaksimalkan air dan nutrisi tanah yang tersedia. Lingkaran itulah diyakini sebagai reservoir atau wadah yang menampung air dan nutrisi tanah yang bagus.

Meski begitu, lingkaran peri tetap disebut hal misterius oleh masyarakat Namibia dan menjadi salah satu alasan turis untuk menjelajahi Namibia. Lihatlah sendiri, lingkaran peri yang jumlahnya banyak dan ukurannya beragam mungkin lebih unik dan misterius dari crop circle bukan?

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA