Ketika Bekas Ledakan Nuklir di Amerika Jadi Objek Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Bekas Ledakan Nuklir di Amerika Jadi Objek Wisata

- detikTravel
Kamis, 14 Agu 2014 16:10 WIB
Ketika Bekas Ledakan Nuklir di Amerika Jadi Objek Wisata
Kawah Sedan, bekas ledakan nuklir (Community Environmental Monitoring Program)
Las Vegas - Ada hal tak biasa yang jadi tempat wisata di AS. Inilah Kawah Sedan, suatu kawah dengan kedalaman mencapai 97 meter yang berada di gurun pasir. Kawah ini tidak terbentuk secara alami, melainkan bekas ledakan nuklir!

Kawah Sedan berada di Nevada Test Site, suatu gurun pasir yang jadi lokasi Departemen Energi Nuklir AS untuk penelitian energi dan nuklir. Lokasinya sekitar 90 km dari kota terdekat, Las Vegas. Menariknya, turis diizinkan masuk ke dalamnya untuk mempelajari segala hal tentang nuklir dan melihat dahsyatnya bekas ledakan nuklir dari dekat.

Salah satu bekas ledakan nuklir di sana adalah nuklir Sedan yang membentuk kawah dan disebut sebagai Kawah Sedan. Seperti informasi yang tertera di situs resmi Departemen Energi Nuklir AS, Kamis (14/8/2014) dahulu nuklir Sedan diuji coba pada 6 Juli 1962 dan menghasilkan ledakan hebat!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu nuklir Sedan ditaruh dikedalaman 193 meter. Ketika meledak, ledakan dahsyat keluar dari dalam tanah dan menghasilkan getaran kencang seperti gempa bumi dengan kekuatan setara 4,75 skala Rither. Tanah pun melayang ke angkasa setinggi 90 meter.

Akibat ledakan itu, terbentuklah kawah dengan diameter 390 meter dan lubang dengan kedalaman 97 meter. Lalu, dibutuhkan waktu selama 7 bulan agar kondisi di sekitar bekas ledakan nuklir Sedan kembali steril.

Uji coba tersebut adalah salah satu program Departemen Energi Nuklir AS untuk menggunakan nuklir dalam sektor industri dan pembangunan, yang diberi nama Plowshare Program. Nuklir dianggap sebagai salah satu cara untuk membuat kanal-kanal di dalam tanah, membantu penggalian, membuat jalan raya di tengah-tengah pegunungan dan untuk kegiatan penambangan lainnya.

Plowshare Program juga dinilai sebagai cara untuk menggunakan nuklir demi alasan kedamaian, bukan untuk senjata perang. Plowshare Program berlangsung pada tahun 1961 sampai 1973. Pada 1977, programnya dihentikan dan bekas-bekas nuklirnya diubah fungsi sebagai tempat wisata.

Tenang saja, turis yang melihat dari dekat bekas ledakan nuklir Sedan bisa melihat kawahnya dari dekat. Turis tidak perlu memakai masker atau alat khusus, karena kondisinya dijamin sudah bersih dari radiasi.

Di sana disediakan tempat khusus, untuk melihat bekas ledakan nuklirnya dari ketinggian di tepi kawah. Turis juga diizinkan berjalan-jalan di sekitar kawah Sedan dengan ditemani pemandu.

Tiap tahun, tercatat sekitar 10 ribu turis mengunjungi kawah Sedan ini. Kawah yang jadi bukti nyata, betapa hebatnya ledakan nuklir yang bisa mengancam umat manusia jika disalahgunakan.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads