Rikugien Garden, Taman Seindah Lukisan di Tokyo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rikugien Garden, Taman Seindah Lukisan di Tokyo

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 10:44 WIB
Rikugien Garden, Taman Seindah Lukisan di Tokyo
Rikugien Garden di Tokyo (Putri/detikTravel)
Tokyo - Di Jepang, taman jadi salah satu atraksi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang tak boleh absen untuk dikunjungi adalah Rikugien Garden di Tokyo, Jepang yang seindah lukisan.

Jangan bayangkan taman ini seperti taman kota yang kecil yang biasanya kita lihat. Rikugien Garden adalah sebuah taman berukuran besar, yang menyuguhkan panorama cantik serba hijau.

Berada di pusat kota Tokyo, Rikugien Garden bisa dicapai turis dengan menggunakan kereta. Anda bisa turun di Stasiun Komegame dan jalanlah sedikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesan hijau dan rimbun langsung menghampiri begitu pertama kali masuk ke dalam taman. Hal pertama yang saya ingat begitu menjejakkan kaki di sana adalah Kebun Raya Bogor. Ya, rimbun pohon di sana seperti Kebun Raya Bogor. Hanya saja luas kebun raya masih lebih besar dan menampilkan tanaman yang lebih beragam.

Untuk bisa masuk ke dalam, turis diminta membayar biaya masuk sebesar 300 Yen (Rp 34 ribu)/orang. Kemudian, penjaga loket tiket akan memberikan tiket masuk, peta, sekaligus brosur penjelasan mengenai kebun ini. Barulah Anda bisa masuk ke dalam kebun.

Ternyata benar, Rikugien Garden tak seperti Kebun Raya Bogor. Rikugen Garden lebih mirip seperti taman. Semua tanaman ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk yang sangat teratur.

Menurut brosur yang saya terima, bulan April adalah waktu terbaik untuk datang ke Rikugien. Ketika itu, bunga-bunga di sana sedang bermekaran. Warna pink pun mendominasi pandangan.

Sebuah danau besar berada di tengah taman. Bebek dan angsa tampak asyik berenang di tengah danau. Jika menengok ke dalam danau, rupanya ada banyak ikan koi mengisi danau. Motifnya pun beragam. Cantik!

Ketika saya berkunjung, sisa-sisa bunga yang bermekaran masih tersisa, walau hanya sedikit sekali. Tapi semua itu sudah mewakili betapa cantiknya kebun ini saat bunga bermekaran.

Menurut pandangan yang saya lihat, kebun ini rupanya lebih banyak dikunjungi oleh kalangan orang tua ketimbang anak muda. Secara berkelompok mereka berjalan mengitari kebun sembari bercanda tawa dengan teman sebayanya.

Namun ada juga turis yang memanfaatkan waktu dengan membaca di sana. Suasana kebun yang begitu tenang memang asyik dinikmati sambil membaca buku.

(ptr/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads