Aksen bahasa orang Prancis memang terdengar seksi. Namun ketika berada di kawasan Menara Eiffel, apa yang ditemui ternyata jauh dari yang diperkirakan.
"Satu Euro lima biji.... Satu Euro lima biji...!" demikian pekik sejumlah pedagang berbahasa Indonesia yang detikTravel temui di depan Menara Eiffel, Kamis (4/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, yang mereka tahu ya cuma kalimat itu, "Satu Euro lima biji". Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada pelancong dari Indonesia bahwa dagangan mereka, gantungan kunci kecil berbentuk menara Eiffel, harganya satu Euro untuk lima buah.
Di samping tentunya untuk turut membuat pelancong dari Tanah Air kagum sehingga akhirnya tertarik untuk membeli barang dagangan tersebut.
Dilihat dari 'kesigapan' para penjual yang (tanpa bermaksud rasis) hampir seluruhnya berkulit hitam itu, sekaligus menunjukkan bahwa orang Indonesia kaya-kaya. Buktinya. banyak yang berwisata ke menara Eiffel, Paris. Saking banyaknya, para pedagang di sekitar menara Eiffel pun sampai harus punya jurus khusus untuk menggaet pebelanja.
Namun apa hanya bahasa Indonesia yang Indonesia yang mereka bisa? Tenang, Anda jangan ge-er dulu. Toh, nyatanya para penjual ini sudah mempersiapkan diri untuk bergaya dengan beberapa bahasa.
Bahasa lainnya yang juga sempat didengar detikTravel adalah bahasa Arab. "Waahid Euro for khamsa" kata si pedagang. Artinya? Ya sama seperti "Satu Euro lima biji... Satu Euro lima biji...."
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica