Selain Copacabana dan Ipanema, patung setinggi 38 meter yang berada di daerah Corcovado itu adalah ikon Kota Rio de Janiero sekaligus Brasil tentunya. Patung Yesus itu seperti pertanda bahwa Anda sudah memasuki Brasil.
Coba saja tengok ke arah jendela ketika Anda sedang berada di atas pesawat, patung itu bak menyambut kedatangan Anda di Kota Rio. "Oh berarti saya sudah sampai di Brasil. Syukurlah," begitu gumam saya dalam hati ketika perjalanan panjang selama 25 jam dari Jakarta menuju Rio awal November kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selfie dengan latar belakang Patung Cristo Redentor sudah ada di dalam benak saya jauh sebelum hari keberangkatan menuju 'Negeri Samba' itu. Akhirnya impian saya itu pun tercapai meski lagi-lagi harus menempuh perjalanan cukup jauh.
Sebab dari tempat saya menginap di daerah Nitero, saya harus menggunakan taksi dengan tarif cukup mahal yang menempuh jarak sekitar 20-30 kilometer, melewati jembatan tol di atas laut yang tenar karena film Fast Five itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Andef Sport Center di Niteroi, saya tiba di Corcovado yang merupakan tempat patung Cristo Redentor berada.
Setelah membeli tiket seharga 38 Real (atau sekitar hampir Rp 200 ribu), saya dibawa naik mobil khusus yang disediakan pengelola untuk membawa ke puncak bukit tersebut. Udara dingin serta kabut menyambut setibanya di sana.
Sayang, karena waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 15.00 waktu setempat, maka kabut yang turun akhirnya menghalangi pandangan saya ke patung itu. Tapi, itu tidak menyurutkan semangat untuk menikmatinya dan berfoto-foto di sana, meski harus "bertarung" dengan ratusan turis lainnya yang ada di sana.
Tak cuma patung sang juru selamat, kita pun bisa memandang keseluruhan kota Rio termasuk Stadion Maracana. Sungguh indah pemandangan dari tempat ini.
"Luar biasa Tuhan dengan segala ciptaan-Nya," ucap saya dalam hati.
Jika Anda ingin membeli cinderamata seperti gantungan kunci, mug, t-hirt, magnet kulkas, dan sebagainya, jangan khawatir karena begitu turun dari area monumen itu maka Anda bisa membelinya di toko yang sudah disediakan. Tapi tentu saja Anda harus melihat kondisi dompet dulu mengingat harga-harga terhitung mahal bagi warga Indonesia seperti kita.
Belum lengkap rasanya ke Brasil jika belum mengunjungi Patung Cristo Redentor. Saya pun sudah sahih untuk berteriak lantang, "This is Brazil!"
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus