Alice Springs -
Hujan sedang merundung beberapa kota di Indonesia, termasuk Jakarta. Kalau ingin 'kabur' dan menikmati sinar matahari yang bersinar hampir sepanjang tahun, 8 destinasi ini yang harus Anda tuju.
Hujan terkadang menyenangkan, apalagi jika kita bernaung di dalam rumah. Namun saat traveling, hujan bisa jadi mengganggu aktivitas dan membuat kita menunda beberapa agenda.
Dari seluruh tempat di dunia, setidaknya ada 8 destinasi yang paling jarang dituruni hujan. Delapan destinasi ini paling banyak terkena sinar matahari, bahkan ada yang 11 jam per hari!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihimpun detikTravel, berikut 8 destinasi yang paling banyak disinari cahaya matahari (bagian kedua):
5. Andalusia, Spanyol
(magicalspain.com)
|
Andalusia adalah nama wilayah di Spanyol yang penuh bangunan peninggalan Islam. Namun selain karena wisata arsitektur, Andalusia juga menjadi salah satu destinasi yang paling banyak disinari matahari.
Bayangkan, wilayah Andalusia disinari matahari lebih dari 300 hari tiap tahunnya. Hujan hanya turun dalam 7-8 hari!
6. Redding, AS
(redding.ca.us)
|
Redding di Negara Bagian California, AS, menjadi salah satu kota wisata alam favorit di AS. Traveler bisa mengunjungi Lassen Volcanic National Park juga Mount Shasta.
Di sini, matahari bersinar 88% dari keseluruhan waktu dalam setahun. Redding pun didaulat menjadi salah satu kota dengan curah hujan terendah di dunia.
7. Swakopmund, Namibia
(knownamibia.com)
|
Namibia tersohor oleh hamparan padang pasir dengan curah hujan rendah. Namun sebuah kota yakni Swakopmund adalah salah satu yang paling jarang dituruni hujan. Bayangkan saja, hujan turun kurang dari 1 inci tiap tahunnya!
Namun kota ini menjadi destinasi wisatawan yang ingin sandboarding, juga berenang di pantai tropis yang indah.
8. Alice Springs, Australia
(abc.net.au)
|
Alice Springs adalah kota mungil yang terletak persis di tengah Benua Australia. Inilah kota tujuan wisatawan yang ingin melihat Uluru, batu raksasa yang dikeramatkan Suku Aborigin.
Nah, karena letaknya di tengah padang savana, curah hujan di Alice Springs pun rendah. Bayangkan saja, dalam setahun, hujan turun kurang dari 10 jam!
Andalusia adalah nama wilayah di Spanyol yang penuh bangunan peninggalan Islam. Namun selain karena wisata arsitektur, Andalusia juga menjadi salah satu destinasi yang paling banyak disinari matahari.
Bayangkan, wilayah Andalusia disinari matahari lebih dari 300 hari tiap tahunnya. Hujan hanya turun dalam 7-8 hari!
Redding di Negara Bagian California, AS, menjadi salah satu kota wisata alam favorit di AS. Traveler bisa mengunjungi Lassen Volcanic National Park juga Mount Shasta.
Di sini, matahari bersinar 88% dari keseluruhan waktu dalam setahun. Redding pun didaulat menjadi salah satu kota dengan curah hujan terendah di dunia.
Namibia tersohor oleh hamparan padang pasir dengan curah hujan rendah. Namun sebuah kota yakni Swakopmund adalah salah satu yang paling jarang dituruni hujan. Bayangkan saja, hujan turun kurang dari 1 inci tiap tahunnya!
Namun kota ini menjadi destinasi wisatawan yang ingin sandboarding, juga berenang di pantai tropis yang indah.
Alice Springs adalah kota mungil yang terletak persis di tengah Benua Australia. Inilah kota tujuan wisatawan yang ingin melihat Uluru, batu raksasa yang dikeramatkan Suku Aborigin.
Nah, karena letaknya di tengah padang savana, curah hujan di Alice Springs pun rendah. Bayangkan saja, dalam setahun, hujan turun kurang dari 10 jam!
(sst/sst)