5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Minggu, 18 Okt 2026 08:09 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Kawasan Museum Satria Mandala. (Foto Vicky Fadly).
Bongkahan kaca asli dari penembakan di kawasan Jembatan Merah Surabaya. (Foto Vicky Fadly).
Penampakan glass block Ruang Senjata bekas kolam renang indoor rumah Dewi Sukarno. (Foto Vicky Fadly).
Koleksi tandu asli yang dipakai Jenderal Sudirman saat bergerilya. (Foto Vicky Fadly).
Bangunan Museum Satria Mandala dulunya merupakan rumah Dewi Sukarno. (Foto Vicky Fadly).
5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno
5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno
5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno
5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno
5 Fakta Museum Satria Mandala, Dulu Rumah Dewi Sukarno
Jakarta -

Museum Satria Mandala merupakan museum militer yang didirikan untuk mengenang sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berada di tengah Jakarta, museum ini memiliki beberapa fakta menarik, salah satunya dulu pernah dipakai sebagai rumah Ratna Sari Dewi Sukarno.

Bangunan bersejarah ini terletak di Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Traveler bisa melihat langsung bagaimana sejarah, peristiwa penting, hingga koleksi persenjataan TNI di museum.

5 Fakta Menarik Museum Satria Mandala

Tidak hanya melihat koleksi, hal menarik lain yang bisa dipelajari traveler adalah tentang fakta-fakta Museum Satria Mandala. Museum ini ternyata memiliki sejumlah fakta sebagai berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Dulunya Rumah Dewi Sukarno

Sebuah museum tidak selalu dibangun dengan tujuan awal sebagai museum. Seperti halnya kawasan Museum Satria Mandala, dulunya adalah rumah milik Presiden Sukarno dan istrinya. Kasub Promosi Museum Satria Mandala, Yulianto Setiawan mengatakan bahwa Museum Satria Mandala dulunya merupakan sebuah rumah dengan luas 5,6 hektar yang ditempati Presiden Sukarno bersama istrinya Ratna Sari Dewi.

"Museum Satria Mandala ini dulunya adalah rumah Bapak Presiden Sukarno bersama istrinya yang berasal dari Jepang yaitu Ibu Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)," ujar Yuli kepada detikTravel di Museum Satria Mandala.

ADVERTISEMENT

Atas gagasan Kepala Pusat Sejarah TNI yaitu Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, rumah tersebut akhirnya dijadikan sebagai Museum Satria Mandala. Museum ini kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972.

2. Arti Satria Mandala

Nama Museum Satria Mandala sendiri memiliki arti. Yuli menceritakan bahwa nama ini diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti lingkungan di sekitar pahlawan. "Satria Mandala diambil dari bahasa Sanskerta, 'satria' artinya pahlawan, 'mandala' lingkungan sekitar, yakni lingkungan sekitar para pahlawan," ungkap Yuli.

3. Kolam Renang Indoor Kini Jadi Ruang Senjata

Fakta berikutnya, ruang senjata di Museum Satria Mandala pada zaman dulu merupakan kolam renang indoor yang sering digunakan berenang Dewi Sukarno. "Ini dulu (ruang senjata) aslinya kolam renang nih yang dipakai berenang Bu Dewi, terus diurug dijadikan sebagai ruang senjata," kata Yuli.

Ia membeberkan ada sejumlah sisi bangunan ruang senjata yang tidak diubah seperti tempo dulu. Bagian yang tidak diubah antara lain adalah glass block yang berfungsi sebagai penerangan alami saat zaman dulu di ruang tersebut masih menjadi kolam renang.

4. Menyimpan Koleksi Tandu Asli Jenderal Sudirman dan Pecahan Kaca Gedung Bank Internatio di Jembatan Merah Surabaya

Selanjutnya, fakta dari Museum Satria Mandala adalah menyimpan koleksi tandu asli yang pernah digunakan Jenderal Sudirman dalam perang gerilya. Tandu ini sekarang disimpan di Ruang Dharmapertiwi Jayasakti Museum Satria Mandala.

"Tandu asli ini pernah dipakai Pak Sudirman perang gerilya saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948 sampai 1949," kata Yuli.

Selain itu, terdapat bongkahan kaca jendela Gedung Bank Internatio yang berlokasi di Jemabtan Merah Surabaya. Pecahan kaca itu disebabkan saat tentara Inggris ingin membantu Indonesia, namun justru menyerang balik karena tentara Inggris Brigjen A.W.S. Mallaby terbunuh di insiden ini.

"Kaca ini asli, bekas tembakan yang ada di Gedung Surabaya yang terjadi di Jembatan Merah Surabaya. Warna merah di kaca bukan darah, tapi gosong akibat pulu yang sangat panas," tambahnya.

5. Nama Ruangan Diganti

Usai revitalisasi beberapa nama ruangan diganti menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Di Museum Satria Mandala, ada Ruang Merah Putih yang sebelumnya adalah Ruang Panji-Panji.

Lanjut ke dalam Diorama 1, kini berubah menjadi Ruang Jejak Juang. Kemudian ada pembaruan pada Ruang Dharmapertiwi Jayasakti hingga Ruang Ksatria Mahaputra.

Harga Tiket dan Jam Buka Museum Satria Mandala

Traveler yang tertarik melihat koleksi sejarah perjuangan TNI di museum ini hanya dikenakan tiket dengan tarif Rp 5.000 per orang. Museum Satria Mandala buka setiap hari, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads