Dilansir oleh detikTravel dari situs resmi Guinnes World Record, Selasa (27/1/2015) Keiunkan Inn di Hayakawa, Yamanashi beroperasi sejak abad ketujuh hingga sekarang. Hotel ini dinobatkan sebagai hotel tertua di dunia.
Nisiyama Onsen Keiunkan merupakan sebuah penginapan yang juga memiliki onsen, istilah Jepang untuk pemandian air panas alami. Terletak di antara sumber air panas di Pegunungan Yamanashi, penginapan ini telah menjadi langganan sejumlah tokoh besar Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Kuil dengan Air Mancur Jodoh di Kyoto
Sejaran panjang Keuinkan Inn juga telah diwariskan dari generasi pertama ke generasi sekarang selama ratusan tahun. Setidaknya sudah ada 52 generasi berbeda yang mengurus dan menjaga penginapan ini untuk tetap beroperasi.
Sambil menginap di Keuinkan Inn, pengunjung hotel juga dapat merasakan secara langsung segarnya berendam di pemandian air panas dengan pemandangan outdoor yang masih asri. Air panas yang mengalir juga asli dari sumbernya langsung.
Asyiknya lagi, pemandian air panas di Keuinkan Inn buka sampai 24 jam sehari. Artinya, pengunjung hotel bisa berendam sampai puas. Kamar yang ada pun masih tradisional Jepang dan cukup luas. Satu 'suite' sudah termasuk dua kamar Jepang bergaya tradisional.
BACA JUGA: Cara Liburan 3 Hari di Kyoto
Menariknya, makan malam dan sarapan di Keuinkan Inn disajikan dengan gaya 'kaiseki.' Makanan akan langsung diantarkan ke kamar tamu dan disajikan per makanan. Bahan-bahannya pun diambil langsung dari sungai dan gunung yang ada di sekitaran penginapan.
Jika ingin menginap, ongkos semalamnya adalah 32.000 Yen atau hampir 3,4 juta rupiah. Harganya memang cukup mahal, namun sepadan dengan segala fasilitas dan nilai sejarah yang ditawarkan di Keuinkan Inn.
Kalau mencari penginapan bergaya homestay, Jepang juga punya Kyoto Akari Inn yang dapat menjadi tempat pilihan menginap.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh