Ini Pendapat Turis Australia di Bali Soal #BoycottBali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Pendapat Turis Australia di Bali Soal #BoycottBali

- detikTravel
Rabu, 18 Feb 2015 18:28 WIB
Ini Pendapat Turis Australia di Bali Soal #BoycottBali
Wisatawan di Pantai Kuta (Angga/detikTravel)
Denpasar -

Gara-gara rencana eksekusi mati gembong narkoba Bali Nine asal Australia, beredar ajakan #BoycottBali di media sosial Australia. Namun apa pendapat para wisatawan asal Australia yang ada di Bali?

Dani S, seorang warga Australia mengakui, bahwa sedikitnya lima puluh persen warga Australia setuju dan lima puluh persen lainnya tidak setuju terkait eksekusi.

"Tapi kita mesti taat hukum di Indonesia," katanya saat ditemui DetikTravel di pantai Kuta, Rabu (18/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apakah akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan? Dia menyatakan, pasti akan berpengaruh. Apalagi, larangan itu pada warga Australia yang baru saja akan menikmati Bali. Padahal, mereka belum mengetahui bahwa Bali cukup aman, untuk dijadikan tempat tinggal.

"Kunjungan pasti jelas berpengaruh. Kebijakan pemerintah dan eksekusi memang berdampak," ungkapnya.

BACA JUGA: Beragam Opini Traveler Australia Terkait #BoycottBali

β€ŽSenada dengan Dani, pasangan suami istri, Kevin dan Evonβ€Ž yang juga berasal dari Australia menyatakan hal serupa. Keduanya mengaku setuju dengan eksekusi.

"Kami setuju dengan pelaksanaan eksekusi terhadap dua orang itu," ungkapnya.

Alasan apa yang membuat kalian berdua setuju? Mereka menyatakan, bahwa mereka (Myuran dan Andrew) sudah banyak 'membunuh' orang karena narkoba. Dan kemungkinan sudah lama mengedarkan narkoba, tidak di Bali saja. Namun, juga di Australia.

"Bisa saja tidak hanya di Bali, tapi memang sudah mengedarkan di Australia," tegasnya.

Sementara itu, seorang Life Guard pantai Kuta, Made Ernawan mengaku, kunjungan turis memang kian menurun. Ada dua faktor penyebab. Pertama, memang karena musimnya, bukan musim liburan. Kedua, turis Australia mendapat 'travel warning' karena eksekusi 'Bali Nine'.

"Memang berpengaruh. Tapi kami yakin, semua akan pulih dalam dua atau tiga bulan setelah eksekusi," jelasnya.

Dari pantauan DetikTravel, memang di Pantai Kuta penurunan wisatawan cukup kentara. Selain bukan musim liburan, sedikit sekali turis asal Australia. Tidak seperti biasanya, bahwa diketahui turis asal Australia ialah yang paling mendominasi di Pulau Bali. Kali ini, dominasi turis di Pantai Kuta ialah turis asal Tiongkok dan Korea.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads