Tiongkok tak punya kaisar lagi. Kaisar terakhirnya, Puyi sudah digulingkan pada 1912 saat Revolusi Xinhai. Kendati demikian, bukan berarti budaya khas kekaisaran Tiongkok hilang begitu saja.
Tidak hanya bangunan seperti Forbidden City (Kota Terlarang) dan Emperor's Summer Palace (Istana Musim Panas Kaisar) saja yang dilestarikan. Tapi juga hidangan ala kalangan ningrat yang masih bertahan sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah Tiongkok menjadi republik, rumah keluarga ini akhirnya diubah menjadi restoran yang menyajikan menu-menu khas kalangan ningrat.
Interior dalam restoran ini dipertahankan seperti pada zaman Dinasti Qing. Para tamu restoran akan dijemput oleh para pelayan wanita atau pria yang berpakaian Tiongkok kuno dari pintu masuk sampai ke meja makan.
Pada malam hari, para pelayan ini akan membawa lentera sebagai penerangan karena untuk sampai dari pintu depan sampai ruang makan cukup jauh. Kita harus melewati taman yang cukup luas.
Saking terkenalnya restoran ini, untuk bisa reservasi saja harus dari jauh-jauh hari. Bahkan jika sedang musim liburan, Anda bisa menunggu sampai dua minggu untuk dapat tempat.
"Saya telepon tiga hari lalu dan baru dapat hari ini. Kalau lagi ramai bisa menunggu sampai dua minggu," ujar salah satu pengunjung restoran bernama Zhong kepada detikTravel pekan lalu.
Makanan di sini dihidangkan secara berurutan, mulai dari pembuka, makanan utama, hingga penutup. Banyak menu yang tersedia, mulai dari bebek peking sampai sop ikan.
Ada juga aneka manisan tempo dulu yang dihidangkan dalam satu piring besar yang bisa dinikmati sebelum atau sesudah makan.
Cara kesana:
Restoran ini terletak di Jalan Suzhou, Distrik Haidian, Beijing. Banyak cara mencapai restoran ini, memakai bus 386, 725, atau 944 yang menuju Haidian South Road. Kalau memakai subway ambil Jalur 10 dan turun di Stasiun Suzhou.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru