Dwarf Empire, Taman Rekreasi yang Kontroversial di Tiongkok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dwarf Empire, Taman Rekreasi yang Kontroversial di Tiongkok

Johanes Randy - detikTravel
Selasa, 19 Mei 2015 14:50 WIB
Dwarf Empire, Taman Rekreasi yang Kontroversial di Tiongkok
Para manusia kerdil yang menyanyi (CNN)
Kunming - Kota Kunming di Tiongkok punya taman rekreasi bertema kurcaci yang bernama 'Dwarf Empire.' Walaupun terbilang unik, taman rekreasi itu sempat menuai kontroversi karena dianggap mengeksploitasi manusia kerdil.

Kontroversi Dwarf Empire di Kunming pun sampai diberitakan oleh media asing seperti News Australia, Mirror, dan situs lokal Go Kunming. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (19/5/2015) situs Inggris Mirror menuliskan kalau wisatawan barat melihat 'Dwarf Empire' sebagai bentuk eksploitasi.

Sesuai namanya, 'Dwarf Empire' merupakan sebuah taman rekreasi bertema kurcaci yang dibangun oleh pebisnis Tiongkok bernama Chen Mingjing pada 2009 lalu. Chen mempekerjakan sekitar 100 manusia kerdil di taman rekreasinya untuk menghibur para turis yang datang.

Setiap harinya diadakan dua kali pertunjukan oleh para manusia kerdil. Setting taman rekreasi pun dibuat seperti kerajaan kurcaci dengan bentuk bangunan seperti kastil jamur. Tidak hanya itu, bahkan juga terdapat Raja dan Ratu Kurcaci di 'Dwarf Empire.'

Para manusia kerdil itu pun tinggal di asrama yang dibangun khusus sesuai ukuran badan mereka. Tidak sedikit dari manusia kerdil yang datang ke 'Dwarf Empire,' dijanjikan kehidupan yang lebih baik dengan tinggal dan bekerja di sana, seperti diberitakan News Australia.

Pertunjukan yang diadakan pun bervariasi dari pertunjukan balet, basket, musik, breakdance, hingga pertunjukan drama. Faktanya, para manusia kerdil di sana datang dari berbagai penjuru Tiongkok dengan latar belakang berbeda.

"Taman rekreasi menghargai karyawan manusia kerdil, kami memberikan mereka daerah dan panggung," ujar Manajer Dwarf Empire yang bernama Wu Wei, seperti diberitakan situs lokal Go Kunming.

Dari segi pendapatan, para manusia kerdil itu digaji antara USD 160 (Rp 2,1 juta) hingga USD 400 (Rp 5,2 juta) per bulannya. Dengan jumlah penghasilan tersebut, nasib manusia kerdil di 'Dwarf Empire' mungkin saja lebih baik daripada nasib manusia kerdil lain pada umumnya di Tiongkok.

Terlepas dari kontroversi, setiap orang hanya ingin bekerja untuk terus hidup. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh para manusia kerdil yang bekerja sebagai penampil di 'Dwarf Empire.'

Jika ingin lebih mengenal soal 'Dwarf Empire,' klik di sini untuk artikel lengkapnya.



(Johanes Randy/Sri Anindiati Nursastri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads