Wang Fuming adalah seorang peternak kecoak di Kota Jinan, Tiongkok. Wang pun mengajak turis, untuk mencoba memakan kecoak yang menjadi kuliner ekstrem di sana yang konon baik untuk kesehatan.
Wang berbagi kisahnya menjadi peternak kecoak kepada CNN Travel. Seperti ditengok detikTravel, Kamis (21/5/2015) Wang membuat perternakan kecoak di Kota Jinan, Shandong.
"Saya sangat suka sekali dengan kecoak," tuturnya.
Cara memakan kecoak, pertama Wang mencopot sayapnya terlebih dulu. Kemudian, kecoak digoreng dua kali dalam minyak kacang. Ketika digigit dan terasa dilidah, kecoak sungguh berasa gurih dan renyah.
"Saya merasa jauh lebih baik setelah memakan kecoa," ujar Wang.
Perternakan kecoak yang dimiliki Wang sendiri, tak lebih dari suatu rumah yang kumuh. Jika sedang 'panen', Wang mengakui bisa dapat jutaan kecoak. Bahkan, sampai 10 juta kecoak. Hiii...
Usut punya usut, beberapa peternak lain dari berbagai provinsi di Tiongkok ternyata juga berternak kecoak. Selain dikonsumsi dengan cara dimakan, kecoak yang sudah diolah dimasukan ke dalam pil sebagai obat. Masyarakat Tiongkok percaya, kecoak dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, hati dan perut.
Untuk kecoak yang dimasukan ke pil sebagai obat, bisa didapati di toko-toko obat di Tiongkok. Sedangkan untuk rumah makan yang belum menjajakan kecoak belumlah banyak. Namun Wang, bersedia membuatkan kecoak goreng bagi turis yang mampir ke Kota Jinan. Terakhir, Wang menyebut bahwa bisnis peternakan kecoak miliknya sungguh menguntungkan.
"Jika Anda tidak mencobanya, Anda akan menyeseal seumur hidup," kata Wang dengan lantang.
Toh, semuanya dikembalikan lagi kepada traveler. Masalah berani tidak berani, itu semua urusan pribadi. Kalau penasaran seperti apa sih perternakan kecoak punya Wang, silakan tonton videonya:
(Afif Farhan/Fitraya Ramadhanny)











































Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI