10 Museum dengan Bangunan Paling Unik (2)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Museum Unik

10 Museum dengan Bangunan Paling Unik (2)

Johanes Randy - detikTravel
Kamis, 21 Mei 2015 18:10 WIB
10 Museum dengan Bangunan Paling Unik (2)
(Youtube)
New York - Museum tidak selalu didominasi dengan bentuk bangunan yang kaku dan membosankan. Di seluruh dunia, setidaknya ada 10 museum dengan bangunan yang paling unik. Mau tahu di mana saja?

Untuk soal desain, di Negeri Sakura Jepang ada National Museum of Art. Tapi ada juga museum yang berbentuk unik menyerupai kapsul luar angkasa di AS. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (21/5/2015) berikut 10 museum dengan bangunan unik di dunia bagian kedua:

6. Weisman Art Museum, AS

(Youtube)
ApabilaΒ  diperhatikan, bentuk Weisman Art Museum di Minneapolis, AS tampak mirip dengan Guggenheim Museum Bilbao. Ternyata, kedua bangunan museum tersebut merupakan hasil rancangan dari arsitek yang sama, yakni Frank Gehry.

Berdiri menghadap Sungai Missisippi, Weisman Art Museum tampak gagah dengan temboknya yang berlapis titanium. Di dalamnya terdapat lebih dari 20.000 koleksi gambar, pot, dan furnitur Korea. Uniknya, museum tersebut memiliki dua sisi bangunan yang berbeda, apabila dilihat dari sisi berbeda.

Weisman Art Museum buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Menariknya lagi, siapa pun dapat masuk ke dalamnya tanpa dipungut biaya alias gratis. Museum buka dari pukul 10.00-17.00 waktu setempat.

7. The New Museum, AS

(Youtube)
Museum dengan bentuk bangunan unik berikutnya adalah The New Museum di New York. Museum itu terselip di antara gedung pencakar langit New York. Adapun bentuk bangunannya hanya berupa kotak yang ditumpuk ke atas seperti mainan anak-anak.

Museum yang dibangun oleh firma arsitektur SANAA tersebut, dibuat sedemikian rupa agar cahaya matahari dapat masuk secara alam untuk menyinari koleksi di dalam museum. Pengunjung yang datang pun juga dapat melihat Kota New York dari dalam museum.

Di dalam museum yang selesai dibangun pada tahun 1977, dapat ditemukan sekitar 1.000 karya seni dalam berbagai media. Tidak jarang juga ditampilkan eksibisi karya sejumlah seniman di The New Museum.

The New Museum buka setiap hari kecuali Senin dan Selasa serta hari libur. Kalau mau lebih, traveler bisa naik ke Sky Roo, yang hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Tiket masuknya adalah USD 16 (Rp 210 ribu) untuk dewasa, USD 10 (Rp 131 ribu) untuk pelajar, dan gratis untuk anak-anak.

8. The Rose Center for Earth & Space, AS

(amnh.org)
Kota New York ternyata punya museum dengan bentuk bangunan unik selain The New Museum, yaitu The Rose Center for Earth & Space. Sesuai namanya, bentuk museum tersebut terlihat seperti kapsul luar angkasa yang sedang menunggu untuk diterbangkan di dalam kotak kaca.

Museum yang terletak di Central Park tersebut merupakan bagian dari American museum of Natural History, serta merupakan versi baru dari Hayden Planetarium. Di desain oleh Polshek and Todd Schliemann, The Rose Center for earth & Space memiliki tinggi 27 meter.

Traveler yang berkunjung ke sini dapat melihat gambaran luar angkasa melalui fasilitas planetarium yang ada. Tidak hanya itu, pengunjung pun dapat melihat langit malam melalui proyektor khusus. Pameran yang ada pun berkisar seputar luar angkasa.

Tiket masuk ke The Rose Center for Earth & Space adalah USD 22 (Rp 289 ribu) untuk dewasa, dan USD 12,5 (Rp 164 ribu) untuk anak berumur 2-12 tahun. Museum buka setiap hari dari pukul 10.00-17.45 waktu setempat.

9. Hedmark Museum, Norwegia

(Visit Oslo)
Hedmark Museum di Hamar, Norwegia, terbilang unik akan bangunannya. Bagaimana tidak, museum yang tampak seperti Museum Louvre di Paris itu berfungsi untuk melindungi katedral bersejarah dari abad pertengahan di dalamnya.

Traveler yang berkunjung ke dalamnya seakan dibawa menyusuri reruntuhan di abad pertengahan. Tidak banyak tambahan di sekitar reruntuhan, sehingga suasananya masih terlihat otentik. Faktanya, Hedmark Museum merupakan situs bersejarah yang menjelma menjadi museum keren.

Tidak jauh dari museum, terdapat area rekreasi di dekat Sungai Mjosa. Di sekitar museum juga membentang rumput hijau dengan suasana alam yang begitu menyejukkan hati.

Hedmark Museum buka setiap hari kecuali pada hari libur nasional. Tiket masuknya adalah NOK 110 (Rp 191 ribu) untuk dewasa, pelajar NOK 80 (Rp 139 ribu), dan NOK 50 (Rp 86 ribu) untuk anak-anak umur 6-17 tahun.

10. Groninger Museum, Belanda

(Youtube)
Museum dengan bentuk bangunan unik yang terakhir adalah Groninger Museum di Groningen, Belanda. Dari segi bentuk, Groninger Museum tampak begitu nyentrik dengan warna-warna yang mencolok dan terkesan berani, jauh dari kesan museum pada umumnya.

Groninger Museum memiliki koleksi fashion, fotografi, desain, hingga lukisan dan porselen. Semenjak tahun 2008, museum tersebut sudah menarik 180.000-256.000 pengunjung setiap tahunnya. Letak museum yang berada tidak jauh dari kanal dan stasiun kereta, membuatnya makin ramai didatangi wisatawan.

Museum buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional, dari pukul 10.00-17.00. Tiket masuknya adalah 13 Euro (Rp 190 ribu) untuk dewasa, 10 Euro (Rp 146 ribu) untuk pelajar, dan 3 Euro (Rp 43 ribu) untuk anak umur 6-16 tahun. Kalau sedang traveling ke negara-negara tersebut, jangan lupa mampir ke museumnya!
Halaman 2 dari 6
ApabilaΒ  diperhatikan, bentuk Weisman Art Museum di Minneapolis, AS tampak mirip dengan Guggenheim Museum Bilbao. Ternyata, kedua bangunan museum tersebut merupakan hasil rancangan dari arsitek yang sama, yakni Frank Gehry.

Berdiri menghadap Sungai Missisippi, Weisman Art Museum tampak gagah dengan temboknya yang berlapis titanium. Di dalamnya terdapat lebih dari 20.000 koleksi gambar, pot, dan furnitur Korea. Uniknya, museum tersebut memiliki dua sisi bangunan yang berbeda, apabila dilihat dari sisi berbeda.

Weisman Art Museum buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Menariknya lagi, siapa pun dapat masuk ke dalamnya tanpa dipungut biaya alias gratis. Museum buka dari pukul 10.00-17.00 waktu setempat.

Museum dengan bentuk bangunan unik berikutnya adalah The New Museum di New York. Museum itu terselip di antara gedung pencakar langit New York. Adapun bentuk bangunannya hanya berupa kotak yang ditumpuk ke atas seperti mainan anak-anak.

Museum yang dibangun oleh firma arsitektur SANAA tersebut, dibuat sedemikian rupa agar cahaya matahari dapat masuk secara alam untuk menyinari koleksi di dalam museum. Pengunjung yang datang pun juga dapat melihat Kota New York dari dalam museum.

Di dalam museum yang selesai dibangun pada tahun 1977, dapat ditemukan sekitar 1.000 karya seni dalam berbagai media. Tidak jarang juga ditampilkan eksibisi karya sejumlah seniman di The New Museum.

The New Museum buka setiap hari kecuali Senin dan Selasa serta hari libur. Kalau mau lebih, traveler bisa naik ke Sky Roo, yang hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Tiket masuknya adalah USD 16 (Rp 210 ribu) untuk dewasa, USD 10 (Rp 131 ribu) untuk pelajar, dan gratis untuk anak-anak.

Kota New York ternyata punya museum dengan bentuk bangunan unik selain The New Museum, yaitu The Rose Center for Earth & Space. Sesuai namanya, bentuk museum tersebut terlihat seperti kapsul luar angkasa yang sedang menunggu untuk diterbangkan di dalam kotak kaca.

Museum yang terletak di Central Park tersebut merupakan bagian dari American museum of Natural History, serta merupakan versi baru dari Hayden Planetarium. Di desain oleh Polshek and Todd Schliemann, The Rose Center for earth & Space memiliki tinggi 27 meter.

Traveler yang berkunjung ke sini dapat melihat gambaran luar angkasa melalui fasilitas planetarium yang ada. Tidak hanya itu, pengunjung pun dapat melihat langit malam melalui proyektor khusus. Pameran yang ada pun berkisar seputar luar angkasa.

Tiket masuk ke The Rose Center for Earth & Space adalah USD 22 (Rp 289 ribu) untuk dewasa, dan USD 12,5 (Rp 164 ribu) untuk anak berumur 2-12 tahun. Museum buka setiap hari dari pukul 10.00-17.45 waktu setempat.

Hedmark Museum di Hamar, Norwegia, terbilang unik akan bangunannya. Bagaimana tidak, museum yang tampak seperti Museum Louvre di Paris itu berfungsi untuk melindungi katedral bersejarah dari abad pertengahan di dalamnya.

Traveler yang berkunjung ke dalamnya seakan dibawa menyusuri reruntuhan di abad pertengahan. Tidak banyak tambahan di sekitar reruntuhan, sehingga suasananya masih terlihat otentik. Faktanya, Hedmark Museum merupakan situs bersejarah yang menjelma menjadi museum keren.

Tidak jauh dari museum, terdapat area rekreasi di dekat Sungai Mjosa. Di sekitar museum juga membentang rumput hijau dengan suasana alam yang begitu menyejukkan hati.

Hedmark Museum buka setiap hari kecuali pada hari libur nasional. Tiket masuknya adalah NOK 110 (Rp 191 ribu) untuk dewasa, pelajar NOK 80 (Rp 139 ribu), dan NOK 50 (Rp 86 ribu) untuk anak-anak umur 6-17 tahun.

Museum dengan bentuk bangunan unik yang terakhir adalah Groninger Museum di Groningen, Belanda. Dari segi bentuk, Groninger Museum tampak begitu nyentrik dengan warna-warna yang mencolok dan terkesan berani, jauh dari kesan museum pada umumnya.

Groninger Museum memiliki koleksi fashion, fotografi, desain, hingga lukisan dan porselen. Semenjak tahun 2008, museum tersebut sudah menarik 180.000-256.000 pengunjung setiap tahunnya. Letak museum yang berada tidak jauh dari kanal dan stasiun kereta, membuatnya makin ramai didatangi wisatawan.

Museum buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional, dari pukul 10.00-17.00. Tiket masuknya adalah 13 Euro (Rp 190 ribu) untuk dewasa, 10 Euro (Rp 146 ribu) untuk pelajar, dan 3 Euro (Rp 43 ribu) untuk anak umur 6-16 tahun. Kalau sedang traveling ke negara-negara tersebut, jangan lupa mampir ke museumnya!

(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads