Bunker Rahasia di Bosnia Akan Disulap Jadi Museum Perang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bunker Rahasia di Bosnia Akan Disulap Jadi Museum Perang

Kurnia Yustiana - detikTravel
Jumat, 29 Mei 2015 10:20 WIB
Bunker Rahasia di Bosnia Akan Disulap Jadi Museum Perang
Bekas bunker rahasia Presiden Josip Broz Tito di Bosnia (Reuters)
Konjic - Setelah zaman perang usai, berbagai bunker yang tadinya dipakai berlindung dari serangan bom seringkali terbengkalai. Seniman di Bosnia pun berencana menyulap sebuah bunker rahasia di sana menjadi Museum Perang Dingin.

ARK D0 di Konjic, Bosnia Herzegovina adalah bunker rahasia milik Josip Broz Tito, mantan Presiden Yugoslavia. Bunker ini dulunya dipakai untuk berlindung dari serangan bom pada zaman Perang Dingin. Setelah era Perang Dingin berlalu, ARK D0 tak lagi menjalankan fungsi utamanya dan akan diubah menjadi museum oleh sekelompok seniman Bosnia.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Jumat (29/5/2015), ARK D0 dibangun sekitar tahun 1953-1979. Posisinya ada di dalam tanah dengan jarak 280 m dari permukaan, luasnya sendiri mencapai 604 m2. Letak bunker ini sangat dirahasiakan, hanya orang tertentu yang mengetahui keberadaannya.

Keberadaan bunker kemudian diketahui publik setelah Presiden Tito meninggal tahun 1980, serta pecahnya Yugoslavia menjadi beberapa negara pada tahun 1990-an, yang salah satunya adalah Bosnia Herzegovina. Bunker ini kemudian menjadi milik negara tersebut.

Tempat perlindungan ini kemudian digunakan untuk pabrik senjata, sebelum akhirnya dipakai sebagai tempat pameran seni Biennale of Contemporary Art pada 2011, 2013 dan 2015. Lorong-lorong, kamar gelap dan pintu besi di bunker, semuanya dihiasi dengan berbagai karya seni yang berkaitan dengan Perang Dingin.

Melihat kesuksesan pameran seni yang terselenggara di bunker itu, sekelompok seniman Bosnia pun berniat untuk mengubahnya menjadi Museum Perang Dingin. Proposal pembangunan museum telah diajukan ke pemerintah dan sudah direspon oleh para menteri.

Di museum ini, nantinya traveler akan merasakan suasana militer dan seni yang menjadi satu. Seperti saat pameran seni yang telah terselenggara, koleksi yang nantinya dipajang di museum pun juga berkaitan dengan Perang Dingin.

(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads