Singapore Art Museum (SAM) adalah salah satu museum yang tak boleh dilewatkan. Terlebih untuk Anda yang tahun ini ingin berkunjung ke sana, SAM yang bertempat di 71 Bras Basah Road tersebut tengah mengadakan sejumlah eksibisi spesial menyambut hari raya negara.
Bersama Singapore Tourism Board, detikTravel pun diajak untuk mengunjungi eksibisi spesial yang sedang berlangsung bertema After Utopia. Pameran tersebut memuat sejumlah karya kontemporer dari seniman berbagai negara. Yang menarik dari pameran seni ini, cukup banyak karya orang Indonesia yang dipamerkan. Siapa saja mereka?
1. Made Wianta
Seniman asal Bali 'menitipkan' salah satu karyanya berupa kumpulan knalpot motor yang dibentuk menyerupai bola. Karya bertajuk Air Pollution tersebut terinspirasi dari banyaknya penggunaan motor di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang tentu menyebabkan polusi udara.
Menurut dosen yang memandu, ketika pertama kali dipamerkan di Bali, knalpot-knalpot tersebut masih memiliki asap. Made memang seroang seniman yang kerap menyorot masalah lingkungan dan tanggung jawab sosial. Ia sering terlibat dalam beberapa eksibisi internasional, misalnya Venice Biennale 2003.
2. Yudi Sulistyo
Sekilas, karya seni tersebut terlihat seperti sebuah kapal pesawat dari baja, bukan? Percayakah Anda jika benda itu sebenarnya terbuat dari kardus dan dilukis dengan tangan?
Ya, seniman lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) tersebut berusaha menghidupkan kenangan masa kecilnya yang sering terpukau dengan mesin militer dengan membangun karya bertajuk Mewujudkan Angan ini. Yudi juga kerap memamerkan karya di luar negeri, yang terbaru adalah di SAM dan Melbourne, Australia.
3. Maryanto
Persoalan masyarakat Indonesia kembali diangkat oleh seniman Tanah Air. Kali ini berupa lukisan. Dinding bergambar lahan dan gundukan arang hitam yang dikeruk oleh mesin ini ingin menggambar kekayaan dalam negeri. Sayangnya, potensi alam tersebut digerogoti orang-orang Barat yang datang ke Indonesia pada zaman kolonial. Maryanto pun berhasil menuangkannya dalam lukisan berkesan dramatis namun romantis yang berlatar belakang sejarah bangsa.
Sebenarnya ada dua seniman Indonesia lain yang menyuguhkan karya seni di SAM, yakni Agus Suwage dan Davy Linggar. Sayangnya karya mereka tak boleh diambil gambar karena mengandung unsur pornografi. Karya berupa dinding kanvas yang menampilkan pose tanpa busana dari aktor Anjasmara dan model Isabel Yahya tersebut memang sempat sempat heboh di Indonesia pada 2005. Foto tajuk Pinkswing Park itu ingin menyuguhkan suasana taman Eden lengkap dengan ayunan becak berwarna pink. Kesan taman pun semakin kental dengan lantai yang dibuat seperti berbatu.
(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?