Tepatnya di awal tahun 2014 lalu, pemerintah Amsterdam meresmikan pembukaan Museum Prostitusi. Seperti detikTravel kutip dari situs resmi pariwisata Amsterdam, Kamis (11/6/2015) museumnya beralamat di Oudezijds Achterburgwal yang berada di dalam kawasan Red Light District. 10 Menit jalan kaki dari Centraal Station.
Sesuai namanya, museum ini menyimpan segala hal tentang sejarah kehidupan prostitusi di Amsterdam dan kehidupan PSK (pekerja seks komersil) di Red Light District. Tenang, meski begitu tidak ada PSK di dalamnya. Paling-paling hanya hologram, manekin dan foto-fotonya saja.
Di dalam museumnya pun dijelaskan, bagaimana prostitusi mulai muncul dalam kehidupan masyarakat setempat. Dimulai di abad ke-16, kala itu pelaut yang berdagang rempah-rempah ke Eropa ternyata sering mendarat ke Amsterdam dan bermain dengan perempuan di sana.
Lambat laun, hal tersebut makin terdengar yang anehnya pemerintah Belanda malah menutup mata. Dilanjutkan pada masa Perang Napoleon, para PSK di sana wajib menjalani tes medis. Bertujuan agar para prajuritnya yang bermain dengan PSK tidak terkena penyakit kelamin.
Isi museumnya juga memfokuskan kepada kehidupan prostitusi pada tahun 2000-an hingga sekarang. Pada tahun itulah, pemerintah Belanda mulai melegalkan kawasan red light district dan mampu lebih mengontrol para PSK. Angka human trafficking (perdangangan manusia) menurun dan mucikari tidak bisa bergerak bebas.
Bahkan, pihak museum memberikan tampilan mengenai kehidupan para PSK. Bagaimana kehidupan mereka sehari-hari, ketika sedang beraktivitas di siang hari dan berubah menjadi lebih cantik di malam hari.
Satu lagi, Museum prostitusi memiliki contoh peeskamer alias 'kamar PSK'. Kamar tersebut punya panjang 3 meter dan lebar dua meter. Ranjangnya rendah dan kuat, ada wastafel, lemari kecil dengan isi pelumas, pembersih, kondom, dan mainan seks.
Museum Prostitusi buka setiap hari, dari pukul 12.00 siang sampai 24.00 tengah malam. Tiket masuknya sebesar 7,5 Euro atau setara Rp 112 ribu. Selain dikenal dengan nama Museum of Prostitution, museumnya juga dikenal dengan julukan Red Light Secrets.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru