Kota ini berjarak 577 kilometer dari Istanbul dan bisa ditempuh dengan penerbangan selama satu setengah jam. Satu dari 40 kota bawah tanah adalah Aymakli, sekitar 40 menit perjalanan darat dari bandara Nevsehir. Kota bawah tanah ini dibuka untuk turis pada 1965, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia oleh UNESCO sejak 1985.
Detiktravel pada Rabu (10/6/2015) kemarin berkesempatan memasuki kota bawah tanah tersebut bersama rombongan wisata religi “Franchise Gathering Zoya” yang dipimpin Komisaris Shafira Corporation (Shafco) Gilarsi Wahyu Setijono.
Pemandu wisata kami, Ramadan Dogan sebelumnya merekomendasikan bagi yang memiliki gangguan jantung, asma, dan fobia ruangan sempit cukup hanya mengikuti tur hingga lantai 1. Sebab begitu memasuki lantai 2, ruas jalan bersifat satu arah, kondisinya menyempit dan rendah. Saking rendahnya setiap orang harus berjalan setengah membungkuk.
Kota ini memiliki 10 lantai di bawah permukaan tanah, atau sedalam 35 meter. Tapi saat ini yang terbuka untuk dikunjungi para turis hanya sampai lantai 4.
"Lantai selebihnya masih dalam penelitian para ahli arkeologi karena kondisnya sebagian besar sudah hancur," jelas Ramadan.
Masing-masing lantai memiliki fungsi tersendiri. Bagian teratas diperuntukan sebagai kandang ternak peliharaan, berikutnya ada kamar-kamar tidur, tempat menyimpan makanan, menyimpan wine, dapur, tangga-tangga, dan bezirhane atau alat yang digunakan sebagai generator pembangkit listrik untuk menerangi seluruh kota.
"Ruang-ruang di bawah tanah ini juga berfungsi sebagai tempat melindungi diri dari musuh. Kalau yang langit-langit atau dindingnya hitam ini adalah dapur," jelas Ramadan.
Di beberapa akses jalan terdapat pintu-pintu bulat seperti kue donat yang terbuat dari batu. Mereka juga tak akan kekurangan oksigen sebab di beberapa titik terdapat ventilasi atau lubang sirkulasi udara seperti sumur. Di dinding lubang-lubang itu terdapat lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai tangga.
"Di beberapa jalan sengaja dibuat rendah untuk menghindari kemungkinan kejaran musuh dari Romawi yang berbadan tinggi besar," ujar Ramadan.
(sst/sst)










































