Wat Phra Bat Nam Phu adalah kuil yang terletak di kaki bukit di Lop Buri, sekitar 150 Km dari Kota Bangkok, Thailand. Kuil ini didirikan oleh seorang biksu bernama Alongkot Dikkapanyo, tahun 1990 pada saat usianya 53 tahun.
Kisah kuil ini berawal saat dua pria pengidap HIV positif datang ke Wat Phra Bat Nam Phu. Alongkot Dikkapanyo, yang dulu bekerja di Kementerian Pertanian Thailand pun mengurus keduanya. Ini karena dulu di Thailand, pengidap HIV/AIDS seringkali dipandang sebelah mata. Mereka dipecat dari pekerjaan bahkan diusir dari rumah.
Sejak 1992, kuil tersebut serta segala aspek penyembuhan pasien HIV/AIDS diserahkan pada Pra Alongkot. Wat Phra Bat Nam Phu menjadi sentra penyembuhan HIV/AIDS terutama dari aspek religi, yang tidak disediakan rumah sakit. Pasien HIV/AIDS diurus oleh para pekerja kesehatan, sukarelawan, serta tentunya para biksu.
Mengutip situs World Health Organization (WHO), Kamis (11/6/2015), kuil tersebut biasa menangani sampai 2.000 pasien. Dana pemasukan datang dari pemerintah Thailand dan donasi dari sukarelawan.
Di kuil ini pula, terdapat The Life Museum yang memajang tulang-belulang atau sisa bagian tubuh untuk dipamerkan. Ini untuk menunjukkan kepada pengunjung bahaya HIV/AIDS. Tiap bagian tubuh disertai nama, kota asal, usia saat meninggal, serta kisahnya sebagai pengidap HIV/AIDS.
Masih di The Life Museum, terdapat patung Buddha yang di bawahnya terdapat banyak karung berisi abu. Ini adalah abu dari jasad para pasien yang meninggal.
Traveler bisa mengunjungi tempat berjuluk 'Kuil AIDS' yang terletak di Phahon Yothin Road, Khao Sam Yot, Muang Lop Buri ini. Tempat ini bisa memberikan pelajaran penting, ada risiko nyata bila traveler tergoda dengan wisata syahwat. Ingin tahu profil kuil dan museumnya, wisatawan bisa melihat videonya di sini:
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru