Ketika Cheng Ho 'Bertemu' Columbus di Hamburg, Jerman
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Jerman

Ketika Cheng Ho 'Bertemu' Columbus di Hamburg, Jerman

Suhendra - detikTravel
Jumat, 12 Jun 2015 08:53 WIB
Ketika Cheng Ho Bertemu Columbus di Hamburg, Jerman
Internationales Maritimes Museum Hamburg (Suhendra/detikTravel)
Hamburg - Laksamana Cheng Ho adalah penjelajah lautan dari Tiongkok. Christoper Columbus juga penjelajah lautan yang dianggap penemu Benua Amerika. Bagaimana kalau mereka dan 5 pelaut legendaris lain bertemu di Hamburg, Jerman?

Tentu saja mereka bukan bertemu dalam bentuk fisik, melainkan patung-patung mereka saja. Wisatawan bisa mempelajari semua kisah petualangan mereka di Internationales Maritimes Museum Hamburg, Jerman. detikTravel berkunjung ke museum ini pada pekan lalu.

Baling-baling emas kapal laut ukuran raksasa menyambut siapa saja yang akan memasuki kawasan Internationales Maritimes Museum Hamburg di kawasan HafenCity, Hamburg, Jerman. Ya, inilah salah satu museum maritim terbesar, termasuk di dalamnya ada 7 tokoh petualang dunia.

Tampak luar museum ini sangat menarik bila dibandingkan dengan museum-meseum yang ada di Tanah Air. Indonesia memang punya Museum Bahari di kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara, namun kondisinya tak bisa dibandingkan dengan museum ini. Semua peralatan navigasi dan ribuan replika kapal dari era kuno sampai modern ada di bangunan museum berwarna coklat bata ini.

Internationales Maritimes Museum Hamburg adalah museum koleksi pribadi terbesar di dunia yang menyimpan berbagai koleksi maritim dunia. Menempati bangunan 9 lantai bekas gudang tua yang berdiri sejak 1878, museum ini bercerita tentang perjalanan 3.000 tahun sejarah maritim dunia. Keberadaan museum ini tak terlepas dari sosok jurnalis dan kolektor Jerman bernama Peter Tamm yang memindahkan koleksi pribadinya ke gedung ini.

Museum ini menyimpan kisah para penjelajah, penakluk, pelaut dunia. Terdapat 26.000 koleksi miniatur kapal, 50.000 rancangan konstruksi kapal, dan 5.000 lukisan lama.

Museum ini memiliki lebih dari 2.000 koleksi film, 1,5 juta foto, 120.000 buku, alat-alat perkapalan, seragam bersejarah, hingga objek-objek militer angkatan laut. Juga ada replika kapal pesiar Queen Mary 2 yang terbuat dari 780.000 LEGO dan tengkorak dari bajak laut Klaus Stoertebeker. Ia adalah bajak laut yang cukup terkenal dan disewa Swedia untuk berperang melawan Denmark.

Namun dari sekian ribuan item koleksi di museum ini, ada hal yang menarik di lantai 2. Di lantai ini terdapat patung-patung perunggu yang menampilkan wajah para petualang dan pengeliling dunia. Jumlahnya ada 7 patung yang berjajar menghadap bagian tengah museum yang minimalis.

Pertama, James Cook (1728-1779) seorang pelaut asal Inggris. Ia melakukan tiga perjalanan ke Samudera Pasifik termasuk ke Australia, Selandia Baru. Cook adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii.

Kedua, ada Ferdinand Magellan (1480-1521) sang petualang Portugis tersohor, sebagai seorang pengeliling dunia pertama. Ketiga, patung Vasco da Gama (1469-1524) penjelajah asal Portugal, Vasco yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar, India dengan melakukan penjelajahan laut mengelilingi Afrika.

Keempat, sosok yang pasti banyak orang kenal yaitu Christoph Kolumbus (1451-1506), di museum ini namanya dieja dengan huruf 'K'. Dia seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492, dianggap sebagai penemu Benua Amerika pertama

Kelima, tokoh yang cukup dekat dengan Indonesia adalah Cheng Ho atau Zheng He. Dia adalah seorang pelaut muslim dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Ia sempat singgah di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keenam, Bartolomeu Diaz (1450-1500) penjelajah Portugis yang berlayar mengelilingi Tanjung Harapan, ujung selatan dari Afrika, dan diketahui sebagai penjelajah Eropa pertama. Ketujuh, ada Leif Eriksson (970-1020) seorang penjelajah, ayahnya telah memulai dua koloni Norwegia, Pemukiman Barat dan Pemukiman Timur, di Greenland.

Bagi Anda yang akan berkunjung ke museum ini, khusus hari Senin ditutup, hanya buka untuk hari Selasa-Minggu dari pukul 10.00 hingga 18.00. Tiket yang ditawarkan beragam tergantung usia, pengunjung di atas usia 18 tahun dikenai biaya € 12,5 (Rp 187 ribu), untuk pelajar hanya harus membayar € 9 (Rp 134 ribu). Tiket termurah adalah untuk anak-anak hanya € 1,5 (Rp 22 ribu).

(shf/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads