Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Jun 2015 13:12 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

The Beatles Dulu Ngamen Lho, di Sini Tempatnya

Suhendra
detikTravel
Patung The Beatles di Hamburg (Suhendra/detikTravel)
Patung The Beatles di Hamburg (Suhendra/detikTravel)
Hamburg - Grup band asal Inggris, The Beatles kini adalah legenda musik. Beberapa tempat terkait The Beatles seperti Abbey Road, menjadi objek wisata. Rupanya, mereka dulu pernah mengamen di Hamburg, Jerman sebelum terkenal.

Bagi penggemar The Beatles tentu akan tahu proses perjalanan sang idola termasuk soal awal karir, proses jatuh bangun band asal Inggris ini. Namun mungkin tak banyak orang yang tahu The Beatles punya potongan sejarah yang penting sehingga menentukan karir band dengan jumlah personel 4 orang ini.

Penggalan sejarah itu adalah Hamburg, kota pelabuhan terbesar di Jerman yang menyimpan sejarah penting sang legenda. Di sinilah salah satu tonggak karir The Beatles ketika pertama kali mengamen dari klub ke klub musik hingga akhirnya terkenal seantero dunia.

Kawasan Saint Pauli di Hamburg menjadi saksi perjalanan The Beatles di Jerman. Lokasi Saint Pauli tak jauh dari pelabuhan utama Hamburg, kawasan yang kini berkembang sebagai Red Light District atau kawasan prostitusi dan sex shop yang besar di Jerman.

detikTravel sempat mengunjungi kawasan ini awal Juni 2015 lalu. Bagi Ada yang belum tahu kawasan ini, bisa dengan mudah bertanya atau menyusuri satu persatu jalan di kawasan Saint Pauli. Untuk menemui lokasi titik bersejarah sang legenda, bisa berpatokan dengan tulisan jalan 'Beatles Platz'.

Tepat di pinggir jalan Saint Pauli yang berdekatan dengan Sosis Show Bar, tempat pertunjukan wanita-wanita cantik menari gaya semi streaptis, terdapat sebuah monumen unik. Monumen ini terbuat dari logam stainless, membentuk kontur tubuh para personel The Beatles lengkap dengan alat musik, seolah sedang ngamen di tepi jalan, menyambut siapa saja yang lewat kawasan ini.

Monumen logam sang legenda ternyata hanya sebuah bagian dari serpihan sejarah The Beatles di kawasan ini. Menelusuri lorong gang tepat di depan monumen, hingga melewati 2 blok bangunan, Anda aka menemukan sebuah klub bersejarah. Di sinilah tempat sang legenda manggung pertama kali di Hamburg, Jerman.

Sebuah klub bernama Indra Musikclub, sekilas tak ada yang khusus dari bangunan klub berwarna merah bata ini. Namun setelah mendekati bangunan ini, maka akan terlihat bahwa klub ini menyimpan sejarah.

Di d‌inding klub persis di depan pintu terdapat sebuah prastasti yang bertuliskan bahasa Jerman 'INDRA Am 17 august 1960 betraten die Beatles die buhne des Indra es war ihr erstes Deutschland engagement und der beginn einer groben karrierre". Artinya Klub Indra adalah tempat pertama kali The Beatles manggung di Hamburg, Jerman tepatnya pada 17 Agustus 1960.

Berada di depan klub ini, terdapat sebuah foto-foto sang legenda yang semakin meyakinkan bahwa lokasi ini benar-benar tempat bersejarah. Memasuki ruangan klub, suasana The Beatles makin terasa, selain foto-foto yang menggambarkan sang legenda manggung di tempat ini, juga ada pernak-pernik seperti boneka dan gitar di sela-sela foto bernuansa hitam putih tersebut.

Kepemilikan klub Indra kini sudah jatuh ke tangan keempat. Selama perjalanan waktu, klub ini sempat berubah nama, hingga akhirnya sang pemilik keempat yang keturunan Turki mengembalikan nama INDRA untuk klub ini.

Kisah awal The Beatles sampai 'nyasar' di Hamburg Jerman, hanya beberapa tahun sesudah The Beatles lahir sebagai sebuah band di Liverpool, Inggris yang dibentuk oleh John Lennon pada Maret 1957. Pada pertengahan 1960, teman John Lennon, yaitu Allan Williams mengajak mereka untuk bermain di Hamburg, Jerman.

Akhirnya mereka bertualang di klub-klub kawasan Red Light District Saint, Pauli Hamburg dengan genre rock and roll. Selama di Hamburg, selain klub Indra, ada beberapa klub lain yang disinggahi The Beatles antara lain The Kaiserkeller, Klub Top Ten sebelum akhirnya pulang ke Inggris.

Pada awal tahun 1961, The Beatles kembali ke Hamburg bermain di Top Ten selama tiga bulan. Mereka juga mendapat kontrak rekaman pertama dari seorang produser Jerman, Bert Kaempert, untuk menjadi band pendamping seorang penyanyi gitaris rock British bernama Tony Sheridan.

Untuk mengenang dan menyelamatkan objek-objek personel The Beatles, pada 29 Mei 2009, di Hamburg dibuka sebuah museum bernama Beatlemania. Sayangnya dari sekitar 1.000 objek yang dipamerkan di museum ini tidak mampu menarik cukup pengunjung. Jumlah pengunjung meseum hanya sekitar 50.000 orang per tahun jauh di bawah target 200.000 orang per tahun.

Pengelola museum Beatlemania mengalami kerugian sebesar 500.000 Euro per tahun. Penyebabnya karena tingginya biaya lisensi dan biaya operasi yang tak diimbangi dengan jumlah kunjungan. Akhirnya, setelah hanya dibuka selama tiga tahun, Museum Beatlemania ditutup.

(shf/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA