Ziarah ke Makam Para Syuhada di Jabal Uhud

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Arab Saudi

Ziarah ke Makam Para Syuhada di Jabal Uhud

Nurvita Indarini - detikTravel
Jumat, 03 Jul 2015 18:30 WIB
Ziarah ke Makam Para Syuhada di Jabal Uhud
Jabal Uhud di Madinah (Nurvita/detikTravel)
Madinah -

Jabal Uhud adalah bukit terpanjang di Madinah yang membentang 6 KM. Tempat ini sering dijadikan destinasi wisata religi di Arab Saudi oleh jamaah umrah atau haji, karena makam para syuhada di zaman Nabi Muhammad SAW.

Nama Jabal Uhud berarti bukit yang menyendiri. Mengapa demikian? Karena berbeda dengan umumnya bukit dan gunung di Madinah yang saling menyambung, Jabal Uhud tidak bersambungan. Nah, di tahun 625 pernah terjadi perang di sini yang dikenal sebagai Perang Uhud, di mana 70 orang syuhada gugur dan dimakamkan di tempat itu juga.

Nabi Muhammad SAW dulu kerap berziarah ke Jabal Uhud, bahkan hampir setiap tahun. Sehingga umat Muslim pun kemudian sering kali mampir ke Jabal Uhud untuk berziarah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, makam para syuhada antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib yang merupakan paman Nabi Muhammad, masih ada di sana. Kompleks pemakamannya begitu sederhana, dikelilingi pagar berjeruji setinggi sekitar 3 meter.

Para peziarah bisa dengan leluasa melihat ke area dalam pemakaman. detikTravel pun berziarah ke sana di awal Juni silam.

Di area pemakaman terlihat batu-batu hitam membentuk kotak cukup besar yang merupakan tanda makam Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abdullah bin Jahsyi yang merupakan sepupu Nabi Muhammad. Sementara itu makam para syuhada lainnya tidak terlihat ada tandanya.

Ketika detikTravel berkesempatan mengunjungi Jabal Uhud bersama rombongan umrah First Travel, tiba-tiba ada seorang pria tua yang mendatangi kami. Tiba-tiba saja, dia memimpin doa untuk para syuhada.

"Kita tidak meminta dia untuk memimpin doa, tapi sudahlah kita urunan saja yang punya 1 SAR diberikan padanya," ujar Mubashir, mutawwif di rombongan.

Di Jabal Uhud, terdapat bukit tidak terlalu tinggi yang biasanya didaki para pengunjung. Tidak mudah memang untuk mencapai puncaknya. Hal itu mengingatkan bahwa medan saat Perang Uhud terjadi cukup sulit.

Di area Jabal Uhud, saat ini banyak para pedagang suvenir dan makanan khas Arab. Misalnya saja ada yang menjual aneka batu perhiasan yang harganya bervariasi, bermacam-macam jenis kurma, tasbih, hingga gelang-gelang berkilauan.

(rdy/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads