Nova Scotia -
Cagar alam merupakan tempat konservasi sekaligus menyepi dari keramaian. Bagi Anda yang mau menyepi dari keramaian, setidaknya ada 8 cagar alam baru paling indah di dunia yang bisa jadi rekomendasi.
Di Afrika ada Taman Nasional Lusaka, hingga Taman Nasional Wakhan di Afghanistan yang terkenal indah. Dilansir detikTravel dari CNN, Senin (27/7/2015) berikut 8 cagar alam baru paling indah di dunia bagian pertama:
1. Taman Nasional Pinnacles, AS
(CNN)
|
Cagar alam baru yang pertama adalah Taman Nasional Pinnacles di AS yang baru disahkan pada Januari 2013 lalu. Taman nasional ini didominasi oleh susunan batu unik yang tercipta setelah mengalami proses erosi selama 23 juta tahun.
Selain dapat mengagumi keindahan formasi batu yang terbentuk oleh proses alam, traveler juga dapat melihat bunga liar dengan 400 spesies lebah. Tapi tidak hanya itu, terdapat juga gua yang dipenuhi oleh 13 spesies kelelawar yang menarik untuk dilihat.
Adapun para traveler datang ke Taman Nasional Pinnacles untuk melakukan trekking di alam seluas 51 kilometer. Menyepi dan tersesat di Taman Nasional Pinnacles merupakan salah satu cara ampuh untuk menyegarkan diri dari kesibukan.
2. Patagonia Park, Chili
(CNN)
|
Awalnya Patagonia Park di Selatan Chili merupakan taman yang tertutup untuk umum, sebelum akhirnya dibuka kepada publik dengan status taman privat. Dengan luas sekitar 2.670 km persegi, Patagonia Park tengah dipersiapkan menjadi Taman Nasional baru terbesar di abad ke-21.
Kaum konservasionis menyebut Patagonia Park sebagai 'Yellowstone dari Amerika Latin' atas seimbangnya kegiatan konservasi, restorasi, dan kegiatan ekowisata yang ada.
Patagonia Park juga menjadi rumah dari binatang puna, burung kondor, dan Rusa Huemul yang terancam punah.
3. Monumen Nasional Kelautan Kepulauan Pasifik, AS
(CNN)
|
Cagar alam berikutnya adalah Monumen Nasional Kelautan Kepulauan Pasifik di AS. Sesuai namanya, taman laut tersebut berada di Kepulauan Pasifik yang terpencil. Tapi walau terpencil, taman laut tersebut merupakan yang terbesar di dunia!
Diciptakan pada saat pemerintahan Presiden Obama pada September 2014, taman laut tersebut memiliki banyak gunung bawah laut dengan berbagai variasi terumbu karang yang cantik dan menawan.
Bagi para diver, dapat melihat berbagai fauna laut seperti ikan tuna, kura-kura, ikan pari, burung laut, sampai ikan hiu. Siapa pun juga tidak diperbolehkan untuk menambang dan melakukan kegiatn mancing di sini tanpa disertai surat izin yang jelas.
4. Cagar Alam Pulau Sable, Kanada
(CNN)
|
Cagar Alam Pulau Sable merupakan salah satu dari 43 taman nasional di Kanada yang baru dibuka pada bulan Juli 2013 lalu. Uniknya, Pulau Sable juga dikenal sebagai pulau bulan sabit karena bentuknya.
Selain menjadi lokasi dari stasiun meteorologi yang dihuni oleh enam orang, Pulau Sable juga menjadi cagar alam bagi 500 kuda liar dan 50.000 anjing laut abu-abu.
Bagi para penyelam, di sekitaran Pulau Sable juga dapat ditemui banyak bangkai kapal peninggalan zaman kolonial. Saking banyaknya bangkai kapal, spot menyelam di Pulau Sable tersebut juga disebut sebagai 'The Graveyard of the Atlantic.'
Jika ingin berkunjung, traveler bisa naik kapal wisata milik Adventure Canada yang baru membuka jalur wisata ke Pulau Sable di awal tahun ini.
Cagar alam baru yang pertama adalah Taman Nasional Pinnacles di AS yang baru disahkan pada Januari 2013 lalu. Taman nasional ini didominasi oleh susunan batu unik yang tercipta setelah mengalami proses erosi selama 23 juta tahun.
Selain dapat mengagumi keindahan formasi batu yang terbentuk oleh proses alam, traveler juga dapat melihat bunga liar dengan 400 spesies lebah. Tapi tidak hanya itu, terdapat juga gua yang dipenuhi oleh 13 spesies kelelawar yang menarik untuk dilihat.
Adapun para traveler datang ke Taman Nasional Pinnacles untuk melakukan trekking di alam seluas 51 kilometer. Menyepi dan tersesat di Taman Nasional Pinnacles merupakan salah satu cara ampuh untuk menyegarkan diri dari kesibukan.
Awalnya Patagonia Park di Selatan Chili merupakan taman yang tertutup untuk umum, sebelum akhirnya dibuka kepada publik dengan status taman privat. Dengan luas sekitar 2.670 km persegi, Patagonia Park tengah dipersiapkan menjadi Taman Nasional baru terbesar di abad ke-21.
Kaum konservasionis menyebut Patagonia Park sebagai 'Yellowstone dari Amerika Latin' atas seimbangnya kegiatan konservasi, restorasi, dan kegiatan ekowisata yang ada.
Patagonia Park juga menjadi rumah dari binatang puna, burung kondor, dan Rusa Huemul yang terancam punah.
Cagar alam berikutnya adalah Monumen Nasional Kelautan Kepulauan Pasifik di AS. Sesuai namanya, taman laut tersebut berada di Kepulauan Pasifik yang terpencil. Tapi walau terpencil, taman laut tersebut merupakan yang terbesar di dunia!
Diciptakan pada saat pemerintahan Presiden Obama pada September 2014, taman laut tersebut memiliki banyak gunung bawah laut dengan berbagai variasi terumbu karang yang cantik dan menawan.
Bagi para diver, dapat melihat berbagai fauna laut seperti ikan tuna, kura-kura, ikan pari, burung laut, sampai ikan hiu. Siapa pun juga tidak diperbolehkan untuk menambang dan melakukan kegiatn mancing di sini tanpa disertai surat izin yang jelas.
Cagar Alam Pulau Sable merupakan salah satu dari 43 taman nasional di Kanada yang baru dibuka pada bulan Juli 2013 lalu. Uniknya, Pulau Sable juga dikenal sebagai pulau bulan sabit karena bentuknya.
Selain menjadi lokasi dari stasiun meteorologi yang dihuni oleh enam orang, Pulau Sable juga menjadi cagar alam bagi 500 kuda liar dan 50.000 anjing laut abu-abu.
Bagi para penyelam, di sekitaran Pulau Sable juga dapat ditemui banyak bangkai kapal peninggalan zaman kolonial. Saking banyaknya bangkai kapal, spot menyelam di Pulau Sable tersebut juga disebut sebagai 'The Graveyard of the Atlantic.'
Jika ingin berkunjung, traveler bisa naik kapal wisata milik Adventure Canada yang baru membuka jalur wisata ke Pulau Sable di awal tahun ini.
(rdy/fay)
Komentar Terbanyak
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak
Khusus Sultan! di Dubai Ada Apartemen Mewah Bisa Parkir Mobil di Dalam Unit
Lebih dari Sekadar Transportasi, Transjakarta Juga Layani Wisata