8 Penjara yang Disulap Jadi Museum Sampai Hotel (2)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

8 Penjara yang Disulap Jadi Museum Sampai Hotel (2)

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 24 Agu 2015 18:30 WIB
8 Penjara yang Disulap Jadi Museum Sampai Hotel (2)
(CNN)
Melbourne - Penjara identik dengan bangunan kumuh, aktivitas kriminal, serta berbagai hal negatif lainnya. Jangan salah, beberapa penjara di dunia malah 'disulap' menjadi bangunan keren. Dari museum sampai hotel, berikut daftarnya.

Setidaknya ada 8 penjara di berbagai negara yang dirombak kemudian dijadikan bangunan keren. Mengutip CNN, Senin (24/8/2015), berikut daftarnya bagian kedua:

5. Museum of Belize (Belize)

(CNN)
Bangunan di Belize City yang dulu menjadi tempat tahanan paling berbahaya di Belize, kini menjadi museum bersejarah yang wajib dikunjungi. Her Majesty's Prison, begitu nama penjara ini dulunya, dibangun pada 1855. Batu bata yang digunakan untuk membuat Her Majesty's Prison didatangkan langsung dari Inggris, karena pada masa itu Belize merupakan negara jajahan Inggris.

Penjara ini ditutup pada 1993. Belize National Institute and History pun merenovasinya dalam waktu yang cukup lama, hingga akhirnya Museum of Belize dibuka untuk wisatawan pada 2002.

Di dalamnya terdapat beberapa ruang pameran, dengan beragam koleksi pula. Dari reruntuhan Suku Maya, sampai tradisi dan budaya masyarakat Belize dipamerkan di museum ini.

6. Four Seasons Istanbul at Sultanahmet (Turki)

(CNN)
Bayangkan sebuah penjara 'disulap' jadi hotel mewah. Inilah yang terjadi pada Sultanahmet Prison, yang pada 1996 dibuka kembali sebagai Four Seasons Istanbul at Sultanahmet di Istanbul, Turki.

Sultanahmet Prison dulu menjadi rumah bagi tahanan kelas kakap seperti Aziz Nesin, Orhan Kemal, dan tahanan politik seperti Mihri Belli. Namun kini, sel-sel tahanan berubah menjadi kamar-kamar super mewah.

Lantai dan pilar di hotel ini terbuat dari marmer. Langit-langitnya penuh lukisan. Lapangan yang dulunya jadi tempat olahraga para tahanan kini menjadi taman cantik yang fotogenik.

Beberapa bangunan penjara lainnya yang juga diubah menjadi hotel adalah Liberty Hotel di Boston (AS), Malmaison di Oxford (Inggris), dan Het Arresthuis di Roermond (Belanda).

7. Louviers Music School (Prancis)

(CNN)
Jika bangunan-bangunan penjara sebelumnya diubah menjadi museum atau hotel, lain halnya dengan penjara Convent of the Penitents di Normandy, Prancis. Penjara yang dibangun abad ke-18 tersebut dibuka kembali sebagai sekolah musik pada 1990.

Louviers Music School, begitu nama sekolah musik tersebut. Bangunan penjaranya masih asli, hanya beberapa bagian yang direnovasi. Salah satu bagian sekolah yang paling populer adalah Concert Hall, lengkap dengan langit-langit penuh kaca.

8. Freedom Park Lagos (Nigeria)

(CNN)
Dulu, komplek bangunan di Lagos, Nigeria, ini adalah Broad Street Prison. Pada 2010, bangunan bekas penjara ini dibuka kembali sebagai Freedom Park Lagos untuk memeringati 50 tahun kemerdekaan Nigeria dari Britania Raya.

Adalah Theo Lawson, arsitek yang punya andil besar dalam merenovasi bekas penjara ini. Theo 'menyulap' komplek penjara menjadi satu kawasan berisi museum, galeri seni, danau, air mancur, taman, pertokoan, juga restoran.

Freedom Park Lagos juga punya sebuah amphitheater. Anda bisa menonton live music, pertunjukan drama dan teater, juga pagelaran seni dan budaya.
Halaman 2 dari 5
Bangunan di Belize City yang dulu menjadi tempat tahanan paling berbahaya di Belize, kini menjadi museum bersejarah yang wajib dikunjungi. Her Majesty's Prison, begitu nama penjara ini dulunya, dibangun pada 1855. Batu bata yang digunakan untuk membuat Her Majesty's Prison didatangkan langsung dari Inggris, karena pada masa itu Belize merupakan negara jajahan Inggris.

Penjara ini ditutup pada 1993. Belize National Institute and History pun merenovasinya dalam waktu yang cukup lama, hingga akhirnya Museum of Belize dibuka untuk wisatawan pada 2002.

Di dalamnya terdapat beberapa ruang pameran, dengan beragam koleksi pula. Dari reruntuhan Suku Maya, sampai tradisi dan budaya masyarakat Belize dipamerkan di museum ini.

Bayangkan sebuah penjara 'disulap' jadi hotel mewah. Inilah yang terjadi pada Sultanahmet Prison, yang pada 1996 dibuka kembali sebagai Four Seasons Istanbul at Sultanahmet di Istanbul, Turki.

Sultanahmet Prison dulu menjadi rumah bagi tahanan kelas kakap seperti Aziz Nesin, Orhan Kemal, dan tahanan politik seperti Mihri Belli. Namun kini, sel-sel tahanan berubah menjadi kamar-kamar super mewah.

Lantai dan pilar di hotel ini terbuat dari marmer. Langit-langitnya penuh lukisan. Lapangan yang dulunya jadi tempat olahraga para tahanan kini menjadi taman cantik yang fotogenik.

Beberapa bangunan penjara lainnya yang juga diubah menjadi hotel adalah Liberty Hotel di Boston (AS), Malmaison di Oxford (Inggris), dan Het Arresthuis di Roermond (Belanda).

Jika bangunan-bangunan penjara sebelumnya diubah menjadi museum atau hotel, lain halnya dengan penjara Convent of the Penitents di Normandy, Prancis. Penjara yang dibangun abad ke-18 tersebut dibuka kembali sebagai sekolah musik pada 1990.

Louviers Music School, begitu nama sekolah musik tersebut. Bangunan penjaranya masih asli, hanya beberapa bagian yang direnovasi. Salah satu bagian sekolah yang paling populer adalah Concert Hall, lengkap dengan langit-langit penuh kaca.

Dulu, komplek bangunan di Lagos, Nigeria, ini adalah Broad Street Prison. Pada 2010, bangunan bekas penjara ini dibuka kembali sebagai Freedom Park Lagos untuk memeringati 50 tahun kemerdekaan Nigeria dari Britania Raya.

Adalah Theo Lawson, arsitek yang punya andil besar dalam merenovasi bekas penjara ini. Theo 'menyulap' komplek penjara menjadi satu kawasan berisi museum, galeri seni, danau, air mancur, taman, pertokoan, juga restoran.

Freedom Park Lagos juga punya sebuah amphitheater. Anda bisa menonton live music, pertunjukan drama dan teater, juga pagelaran seni dan budaya.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads