Suhu udara dan cuaca di ibukota Victoria ini mudah sekali berubah. Pagi-pagi cerah dengan suhu 8 derajat celcius, siangnya bisa melonjak hingga 22 derajat celcius sebelum hujan di sore hari dengan suhu 12 derajat celcius.
Kalau sudah malam, tidak usah ditanya, udaranya bisa dingin menusuk tulang. Kendati demikian, cuaca dingin dan gelapnya malam tidak menyurutkan minat warga Melbourne untuk berolahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini yang membuat saya akhirnya kepincut juga untuk mencoba jogging di kota yang masih punya trem untuk sarana transportasinya tersebut. Tapi satu hal yang jadi masalah, cuacanya sangat dingin, berbeda jauh dengan Jakarta atau Bandung sekali pun.
Untuk membiasakan diri, saya mencoba jogging di sore hari pada hari pertama menjejakkan kaki di Melbourne. Di sebelah hotel tempat menginap saya ada taman bernama Royal Park, dekat dengan The Royal Children's Hospital dan Melbourne Zoo.
Di taman yang luas ini ada tempat bermain anak-anak, kursi dan meja untuk barbeque, dan jogging track berupa lingkaran sempurna dengan luas sekitar 1 km. Tempat yang cocok untuk berolahraga sambil beradaptasi dengan udara Melbourne.
Sambil ditemani matahari yang hampir terbenam, saya berlari sekitar 20 menit di tengah udara yang mulai dingin. Awalnya terasa berat, setiap hembusan nafas terasa angin dingin masuk ke paru-paru.
Jaket yang dipakai sepertinya tidak banyak membantu di tengah udara yang berangin sore itu. Tapi setelah terus bergerak, hanya dalam beberapa menit hawa dingin sudah tidak terasa lagi.
Tubuh pun mulai hangat dan mengeluarkan keringat. Saya pun semakin semangat berlari karena banyak juga warga setempat yang jogging atau sekedar jalan santai bersama anjing piarannya di taman ini.
Setelah mulai terbiasa, saya pun mulai ketagihan jogging di Melbourne. Beberapa hari ke depan, setiap beres kerjaan saya langsung memasang sepatu lari dan mulai jogging tanpa kenal waktu.
Sekali waktu, sempat juga jogging mulai pukul 11 malam berkeliling kota sambil menghafal jalan. Semakin dingin udara, maka semakin semangat untuk terus bergerak supaya tidak kedinginan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru