Mesa Preita tepatnya berada di daerah Velarde, New Mexico, AS. Nama yang masih asing terdengar di telinga traveler Indonesia, tapi tidak bagi arekolog dan orang-orang yang suka dengan misteri alien dan semacamnya.
Satu-satunya organisasi non profit yang menjaga, melestarikan dan mengatur paket wisata untuk turis ke sana yakni Mesa Prieta Petroglyph Project (MPPP). Dibentuk tahun 199, MPPP sering mengadakan tur sampai diskusi soal bebatuan di sana yang misterius.
Dari situs MPPP yang dikunjungi detikTravel, Senin (5/10/2015) bebatuan di sana disebut dengan nama Mesa Prieta Petroglyph, kata terakhir kalau diartikan adalah ukiran batu meski beberapa ahli kebanyakan menyebutnya sebagai lukisan batu. Sejarah mencatat, penemu pertamanya adalah Jay dan Helen Crotty dari New Mexico Archaeological Society's Rock Art Field School di tahun 1993-1994.
Penemuan mereka pun membuat arekolog dunia tercengang. Bayangkan saja, terdapat 75 ribu lukisan batu di area seluas 76 hektar yang diperkirakan dibuat 10 ribu tahun lalu!
Bentuk-bentuk lukisannya juga aneh-aneh. Ada yang berbentuk manusia tapi ukurannya raksasa, ular yang bentuknya sangat panjang dengan tanduk di kepalanya, cap-cap tangan dan kaki hingga aneka simbol lainnya yang aneh yang berbentuk spiral sampai lingkaran yang menggambarkan wajah.
Arkeolog percaya, kalau gambar-gambar tersebut merupakan imajinasi manusia-manusia di zaman dulu. Tapi, sebagian dari mereka berkata lain. Lukisan-lukisan batu di Mesa Prieta masih jadi misteri dan lebih dari sekedar imajinasi.
Hal yang sama diungkapkan para traveler yang pernah datang ke sana. Mereka mengkaitkannya dengan Nazca Lines di Peru yang juga simbol dan lukisan yang misterius. Hingga banyak yang bilang, kalau ada kaitannya lukisan batu di Mesa Preita dengan mahluk luar angkasa.
Bagi kamu yang penasaran, bisa datang ke sana dan ikut tur dari MPPP. Namun turnya tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya dibuka pada bulan-bulan tertentu yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
Sampai akhir Desember 2015, turnya sudah penuh. Barulah di tanggal 16 April dan 14 Mei 2016, tur kembali dibuka. Turnya berlangsung dari pukul 09.30 waktu setempat sampai siang hari. Biayanya, USD 25 atau setara Rp 364 ribu, yang sudah termasuk pemandu dan ahli arekolog yang akan menjelaskan lengkap soal sejarah di sana.
Kalau dipikir-pikir, hampir semua lukisan batu atau lukisan gunung di dunia ini memiliki bentuk dan simbol yang aneh. Bagaimana menurut pendapat kamu?
(aff/adf)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun