Pulau Rubondo di Tanzania mungkin merupakan tempat terakhir bagi hewan untuk hidup damai. Dilansir detikTravel dari BBC, Selasa (13/10/2015) Pulau Rubondo diibaratkan seperti kapal Nabi Nuh yang menyelamatkan hewan dari kepunahan.
Dalam Al Quran dan Injil dituliskan, kapal Nabi Nuh menyelamatkan hewan-hewan dari kepunahan akibat bencana air bah yang meluluhlantakkan bumi. Serupa dengan kisah tersebut, Pulau Rubondo di Tanzania menjadi 'kapal penyelamat' sejumlah hewan langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rubondo.asiliaafrica.com)
Sekitar 80& dari area Pulau Rubondo terdiri dari hutan. Letak pulau yang berada di Danau Victoria yang luas juga membuatnya aman dari jangkauan manusia. Sebagai Taman Nasional, pulau tersebut tidak boleh dihuni oleh manusia sama sekali.
Menurut peraturan pemerintah Tanzania, siapa pun yang mendarat tanpa izin di Pulau Rubondo bisa dipenjarakan selama 6 minggu. Bagi yang ketahuan berburu, akan ditahan hingga 6 bulan kurungan penjara. Sanksi yang tegas dan tidak main-main.
Namun sejumlah pelayan lokal diperkenankan singgah ke Pulau Rubondo untuk mengurus perkebunan pisang. Mereka pun hanya diperbolehkan tinggal di pulau tetangga dan hanya diizinkan singgah saja. Tujuannya untuk menjaga hewan di Pulau Rubondo.
Sejak tahun 1966-1969, Profesor Bernhard Grzimek dari Frankfurt Zoological Society telah membebaskan 17 simpanse ke Pulau Rubondo. Sebagian diselamatkan dari perburuan liar hingga kebun binatang.
(Gunter Ziesler/Getty)
Selain itu juga ada badak langka (Diceros bicornis), antelop roan (Hippotragus equinus), gajah (Loxodonta africana), 12 jerapah (Giraffa camelopardalis), burung kakatua abu-abu Afrika (Psittacus erithacus), 20 monyet hitam putih colobus (Colobus guereza). Juga ada hewan asli pulau seperti monyet hingga kuda nil.
Kabar baiknya, traveler masih diperbolehkan datang ke Pulau Rubondo untuk belajar soal konservasi sekaligus melihat keragaman hewan langka di sana. Traveler bisa hiking di hutan, hingga safari di sungai sambil disertai pemandu. Semoga Pulau Rubondo tetap lestari dan aman dari tangan-tangan jahil.
(rdy/adf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru