Andai Halte Bus di Jakarta Seperti Ini
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Andai Halte Bus di Jakarta Seperti Ini

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 07 Des 2015 19:35 WIB
Andai Halte Bus di Jakarta Seperti Ini
Salah satu halte unik di Krumbach karya RintalaEggertsson Architects dari Norwegia (Adolf Bereuter/BUS:STOP Krumbach)
Krumbach - Apa jadinya kalau halte bus disulap menjadi tempat wisata? Inilah 7 halte bus di Krumbach, desa kecil di Austria. Halte-halte busnya ada yang berupa kotak kaca sampai tangga dengan tiang-tiang yang menjualang tinggi. Menunggu bus jadi seru dan menyenangkan.

Bicara soal Austria, pikiran traveler akan tertuju kepada Wina. Ibukota negaranya yang memiliki banyak bangunan bersejarah dari abad pertengahan dengan tata kota yang nyaman. 5 Jam dari sana, ada desa Krumbach yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Dari situs Kultur Krumbach yang ditengok detikTravel, Senin (7/12/2015) Krumbach adalah sebuah desa kecil yang dihuni sekitar 1.000 orang. Kultur Krumbach sendiri merupakan suatu asosiasi budaya, seni dan arsitektur yang digagas para pemuda setempat. Visi mereka, ingin membuat desanya makin artistik, nyaman, asri dan mencuri perhatian turis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sekitar tahun 2013, Kultur Krumbach mengundang 7 arsitektur dari negara yang berbeda-beda. Mereka adalah Alexander Brodsky dari Rusia, RintalaEggertsson Architects dari Norwegia, Architecten de Vylder Vinck Taillieu dari Belgia, Ensamble Studio dan Anton GarcΓ­a-Abri/Debora Mesa dari Spanyol, Smiljan Radic dari Chile, Amateur Architecture Studio dan Wang Shu/Ly Wenyu dari Tiongkok serta Sou Fujimoto dari Jepang. Tugas mereka hanya satu, yakni membangun halte sekreatif mungkin.


Halte buatan Smiljan Radic (Adolf Bereuter/BUS:STOP Krumbach)

Selama satu tahun, mereka semua membangun halte dan hasilnya kini sungguh mengesankan. Halte buatan Smiljan Radic misalnya, berupa kotak kaca yang didalamnya terdapat bangku dari kayu. Orang yang menunggu bus, bisa duduk bersantai dan baca buku tanpa takut kehujanan.

Lain halnya dengan halte buatan Ensamble Studio. Mereka menyusun kayu-kayu yang panjang hingga menjulang tinggi terlihat begitu artistik. Sama-sama dari kayu, halte buatan Amateur Architecture Studio justru terlihat lebih simpel tapi keren.


Halte karya Amateur Architecture Studio (Adolf Bereuter/BUS:STOP Krumbach)

Yang paling unik, mungkin buatan Sou Fujimoto. Arsitek asal Negeri Sakura ini membangun halte hanya terbuat dari tiang-tiang dengan tangga. Menurutnya, orang yang sedang menunggu bus tak bakal bosan karena bisa naik ke atas tangga dan melihat lanskap desa Krumbach dari ketinggian. Kreatif!

Sejak ada 7 halte bus tersebut, kunjungan turis ke Krumbach pun naik drastis. Tercatat, sudah 30 ribu turis datang ke sana hanya untuk datang ke halte busnya untuk berfoto-foto. Andai halte-halte bus di Jakarta seperti ini, ah pasti nyaman dan seru sekali.


Bisa lihat pemandangan desa dari ketinggian di halte ini (Adolf Bereuter/BUS:STOP Krumbach)

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads