Yogyakarta memang layak dinyatakan sebagai kota wisata. Selain memiliki sumber kekayaan alam, Yogyakarta juga memiliki keistimewaan dalam bidang kuliner. Tak jarang wisatawan berkunjung ke Yogyakarta bukan hanya untuk berlibur, melainkan juga untuk berwisata kuliner.
Entah mengapa, setiap berkunjung ke Yogyakarta, wisatawan akan selalu merasa tiada bosan, seolah Yogyakarta memang ditakdirkan sebagai sebuah tempat yang akan selalu dirindukan.
Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian, Yogyakarta tetap mempertahankan konsep tradisional dan budaya Jawa. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alkid atau Alun-alun kidul Yogyakarta yang terletak di Patehan, kecamatan keraton Yogyakarta merupakan salah satu wisata rakyat yang selalu padat pengunjung.
Lokasi ini adalah halaman belakang keraton Yogyakarta, berjarak sekitar 6-10 menit dengan berkendara dari Kawasan titik nol kilometer membuat Alkid mudah untuk di akses.
Nyaris setiap hari, geliat wisata di Alkid seolah tiada berhenti, beberapa alternatif wisata yang ditawarkan bukanlah wisata yang menghabiskan budget banyak melainkan wisata sederhana dengan budget yang terjangkau.
Alkid menawarkan wisata budaya dan sejarah, pengunjung selain bisa bersantai menikmati suasana keraton juga bisa mencoba keberuntungan dengan berjalan diantara dua pohon beringin kembar yang bernama Kyai Dewandaru dan kyai Janadaru, menurut kepercayaan masyarakat, jika bisa melewati kedua beringin tersebut dengan mata tertutup dan tanpa berbelok maka hal yang diharapkan akan terwujud.
Selain keraton dan kedua beringin kembar, di sekitar Alkid juga terdapat cafΓ© kekinian yang suasananya akan semakin hidup dan marak ketika malam hari, sebab, cafΓ© tersebut adalah tempat anak muda berkumpul sembari menikmati live music.
Alkid juga menawarkan wisata kuliner yang terjangkau, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana sekitar Alkid tanpa harus merasa kesulitan untuk mencari tempat makan.
Yogyakarta juga memiliki tempat wisata kuliner yang wajib untuk dikunjungi yaitu pasar Ngasem, dulu, pasar ini adalah pasar burung terbesar di Yogyakarta, tapi saat ini pasar ngasem tak lagi menjual burung melainkan menjual produk konsumen.
Pasar ini menjadi salah satu pasar yang terletak di dalam Jeron Beteng Keraton Yogyakarta, Pasar ngasem memiliki sejarah panjang, pasar yang telah berdiri sejak 1809, sebuah foto kuno menunjukkan jika pasar Ngsaem saat itu telah menjual burung, tak heran jika wisatawan asing menyebut pasar ini sebagai bird market.
Saat ini, pasar Ngasem yang telah beralih fungsi menjual produk konsumen, menjadi salah satu sentra wisata kuliner yang wajib dikunjungi ketika ke Yogyakarta, aneka jajanan tradisional, hingga modern dijual di situ.
Selain itu masakan khas Yogyakarta juga ada, antara lain Gudek, Sate koyor, dan masih banyak lagi. Lidah pengunjung akan dimanjakan dengan cita rasa masakan yang lezat namun bisa di dapatkan dengan harga terjangkau.
Saat ini pasar Ngasem menjadi salah satu ikon wisata kuliner Yogyakarta yang bisa dinikmati mulai pagi hari hingga menjelang siang.
Perpaduan modernitas dan nilai tradisional menjadikan Yogyakarta sebagai tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi, wisatawan akan bisa mendapat banyak kisah dan cerita dari perjalanan di Yogyakarta, sehingga akan selalu muncul kerinduan di hati untuk kembali berkunjung ke kota tersebut.












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI