Di Phillip Island, Australia, hewan penguin menjadi daya tarik utama pulau kecil di pinggiran Melbourne. Selain bisa melihat penguin yang hidup di pulau tersebut, kini ada atraksi Antartika interaktif mengenai penguin dan satwa liar.
Badan WWF Australia bekerja sama dengan Phillip Island Nature Parks menciptakan atraksi baru 'Antarctic Journey' di Nobbies Centre. 'Antarctic Journey' ini akan memberikan pengalaman Antartika interaktif pertama di dunia. Atraksi ini baru akan dibuka secara resmi pada 23 Desember 2015 mendatang.
Atas undangan maskapai Garuda Indonesia dan badan Tourism Australia, pada 11 Desember 2015 detikTravel berkesempatan menjadi salah satu pihak yang paling dulu melihat atraksi ini. Tur ini merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia dan Tourism Australia untuk menjalin kerja sama promosi pemasaran. Kedua pihak telah menandatangani MoU kerja sama untuk meningkatkan pariwisata Indonesia dan Australia pada September 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung yang tampak seperti memegang penguin (Rita/detikTravel)
Bagian paling menarik dari pertunjukan di gedung ini ini adalah ketika pengunjung tampak bisa "memegang" penguin dan hewan lainnya yang tiba-tiba muncul dari laut. Hal tersebut tampak sangat nyata meski sebenarnya hanya permainan teknologi canggih semata. Dengan teknologi visual audio canggih ini, pengunjung bisa terlihat seakan berdiri di atas bongkahan es terapung dan memegang, merangkul penguin dan anjing laut. Mengagumkan!
Dikatakan Roland Pick, Communications Officer di Phillip Island Nature Parks, butuh 3 tahun untuk menyiapkan atraksi baru ini dan melibatkan 120 orang dari sejumlah perusahaan. "Ini baru akan dibuka untuk publik pada 23 Desember mendatang, jadi Anda semua beruntung karena bisa menyaksikannya lebih dulu," ujar Pick kepada detikTravel dan rombongan.
Ruangan berisi layar multimedia dan informasi soal penguin dan lingkungan (Rita/detikTravel)
Pick menjelaskan, untuk tahap awal, harga tiket akan dijual sebesar 18 dolar Australia (Rp 182 ribu) untuk dewasa dan 9 dolar Australia (Rp 91 ribu) untuk anak-anak. "Pertunjukan akan mulai dibuka pada pukul 10 pagi setiap harinya," kata Pick yang optimis atraksi ini akan mampu menyedot banyak pengunjung.
Di tempat ini juga tersedia restoran di mana pengunjung bisa menyaksikan pemandangan laut lewat dinding kaca besar yang mengitari restoran. Ada pula toko yang menjual aneka produk seperti busana, sepatu, minuman anggur dan lainnya.
Restoran dengan jendela menghadap laut (Rita/detikTravel)
(shf/rdy)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica