Jauh di Vanuatu, negara kecil di Samudera Pasifik, hiduplah suku Amelbati. Mereka punya tradisi memakan orang alias kanibal yang terakhir kali dilakukan pada tahun 1969. Sisa-sisa 'makanannya' bisa dilihat turis.
Vanuatu merupakan negara dengan 83 pulau kecil di Samudera Pasifik, dekat dengan Fiji. Cara ke sana, ada pesawat yang terbang dari Australia dan Selandia Baru, seperti Air Vanuatu. Sama seperti negara-negara kecil di Samudera Pasifik, Vanuatu diberkahi bentang alam pantai dan laut eksotis.
Tahukah Anda, kalau di Vanuatu tersimpan situs kanibalisme. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (5/2/2016) situs tersebut bernama Situs Amelbati yang diambil dari nama suku Amelbati di Desa Walarno, di Pulau Malakula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisa tengkorak manusia (Malampa Travel)
Turis harus naik pesawat Air Vanuatu dulu dari Port Villa (ibukota Vanuatu) ke Bandara Norsup. Lalu, tinggal 12 menit naik mobil. Kemudian, dilanjutkan dengan trekking dan tibalah di tengah hutan di situs kanibalismenya.
Situs ini, hanya kumpulan batu-batu berserakan saja. Tapi coba perhatikan di sekelilingnya, ada bekas tulang belulang dan tengkorak manusia!
Rahang manusia (Vanuatu Travel)
Suku Amelbati, sejak zaman dulu rupanya memang memiliki tradisi memakan orang alias kanibal. Orang-orang yang dimakan, adalah mereka yang menyerang desanya atau menganggu para wanita di pemukiman suku Amelbati.
Pertama, suku Amelbati akan membuat lubang yang besar dan ditaruh batu-batu yang telah dibakar dan panas. Kemudian, potongan-potongan tubuh manusia akan dimasukan ke dalamnya dan kadang ditambahkan ubi. Lalu, ditaruh lagi batu-batu panas di atasnya. terakhir, ditutup oleh daun pisang di bagian atas agar uapnya tidak keluar.
Turis pun banyak yang menyebutnya, sebagai oven alias tempat memanggang. Setelah didiamkan 3 sampai 5 jam, barulah daun pisang dan batu-batunya diangkat. Daging manusia yang telah matang, siap untuk disantap.
Bagian kepala desa, kepala manusia (Malampa Travel)
Daging-daging manusianya, dibagikan ke semua suku Amelbati. Khusus kepala desa, punya bagian sendiri. Dia akan disajikan kepala manusia yang telah matang.
Seiring perkembangan zaman dan masyarakat suku Amelbati banyak yang pindah ke pulau lain, tradisi kanibal ini sudah ditinggalkan. Tercatat, terakhir kali praktek kanibalisme suku Amelbati adalah di tahun 1969.
Kini, tempat untuk memanggang manusia di sana masih terjaga dengan baik. Tulang belulang dan tengkorak manusia pun disusun rapi. Situs kanibalnya, sudah menjadi destinasi wisata. Suku Amelbati juga sudah sadar wisata dan terbuka untuk turis. Tak ayal, operator tur seperti Vanuatu Travel dan Malampa Travel menawarkan perjalanan wisata ke sana. Mau datang?
Suku Amelbati yang sudah sadar wisata (Malampa Travel)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru