Kuil Grafiti di Jepang, Wisatawan Boleh Corat-coret di Dinding

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kuil Grafiti di Jepang, Wisatawan Boleh Corat-coret di Dinding

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Selasa, 16 Feb 2016 08:45 WIB
Kuil Grafiti di Jepang, Wisatawan Boleh Corat-coret di Dinding
Kuil Tandenan di Jepang (Kyoto Nara Shrines & Temples/Youtube)
Kyoto - Vandalisme objek wisata adalah tindakan yang tidak terpuji. Namun, sebuah kuil di Kyoto, Jepang memperbolehkan turis mencorat-coret dindingnya.

Kuil Tandenan atau yang populer dengan nama Rakugaki Tera di Kyoto, terbilang unik. Dilansir detikTravel dari situs Asosiasi Pariwisata Yawata City, Senin (15/2/2016) kuil tersebut malah membolehkan pengunjungnya untuk corat-coret di dindingnya.

Dari luar, tampilan Kuil Tandenan tidak ada bedanya dengan kuil lainnya di Jepang. Namun ketika pengunjung melihat tulisan yang ada di luar kuil, dapat ditemukan monumen batu dengan tulisan Jepang yang berarti kuil grafiti Tandenan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarahnya, keunikan itu merupakan bagian dari tradisi yang telah lama berlangsung di kuil tersebut. Dahulu kepala kuil tengah merenovasi ruangan Dewa Daikokuda yang ada di dalam Kuil Tandenan. Tapi tidak disangka, masyarakat sekitar datang dan membantu sang kepala kuil.


Kuil Tandenan yang berada di Tokyo (Kyoto Nara Shrines & Temples/Youtube)

Sebagai balasan atas kebaikan masyarakat, kepala kuil pun memperbolehkan masyarakat sekitar untuk menuliskan keinginan mereka di tembok agar dijawab oleh Dewa Daikokuda. Sejak saat itu, tradisi tersebut dilanjutkan hingga kini.

Namun walau pengunjung diizinkan untuk mencoret dan menuliskan keinginannya di dinding, tetap ada aturan yang harus dipatuhi. Traveler hanya diizinkan untuk menuliskan keinginannya di dinding ruangan Dewa Daikokuda disertai dengan nama dan alamat.

Pengunjung pun hanya dibolehkan mencoret dinding menggunakan pulpen yang telah disediakan oleh pihak kuil. Selain itu traveler yang menuliskan keinginannya juga diharap memberikan donasi sebesar 300 Yen atau sekitar Rp 35 ribu.

Lalu untuk memenuhi aspirasi pengunjung yang ingin menulis keinginan, setiap tahunnya Kuil Tandenan mencat ulang tembok di Ruangan Dewa Daikokudo agar kembali polos. Fungsinya agar traveler bisa menuliskan keinginan di area yang sudah kembali bersih.

Perlu diingat kalau Kuil Tandenan hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja, pada pukul 09:00-15:00 waktu setempat. Mungkin ada traveler yang ingin menuliskan keinginan di Kuil Tandenan Jepang.


Ruangan Dewa Daikokuda yang bisa ditulisi (Kyoto Nara Shrines & Temples/Youtube)

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads