"Karena graffiti, jadi banyak yang datang untuk foto-foto," ujar Manager Indonesia International Group Singapore Tourism Board, Indiati Permanasari kepada detikTravel, Kamis (2/6/2016).
Pada dasarnya, graffiti ini sudah ada dari beberapa tahun terakhir. Namun banyaknya yang mengunggah di sosial media seperti Instagram, jadi tempat ini jadi lebih ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Graffiti di Haji Lane, Singapura (Singapore Tourism Board)
Gang penuh ruko ini sudah ada dari tahun 1950 dan masih berdiri tegak sampai saat ini. Bangunan yang ada diisi oleh pertokoan dan juga tempat makan. Bagi para pecinta barang vintage, ini tempat yang tepat untuk berburu.
Haji Lane letaknya terselip di kawasan Kampong Glam. Tepatnya tak jauh dari Arab Street. Cari saja gang dengan barisan bangunan berwarna-warni. Nah, kamu sudah sampai.
Untuk menuju Haji Lane, traveler harus berjalan kaki sekitar 10 menit dari stasiun MRT Bugis menuju ke Raffles Hospital dan Kampong Glam. Berjalan-jalan ke Haji Lane paling tepat menjelang sore hari karena sebagian besar toko dan kafe baru membuka pintu mereka di tengah hari.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong