Sejak berabad-abad lalu, budaya menyusuri perairan dengan kano berkembang di berbagai negara. Namun di kawasan Amerika Utara seperti Kanada, kano tak sekadar alat transportasi biasa tapi juga memegang peranan penting dalam sejarah.
Agar sejarah dan budaya kano dari masa ke masa selalu lestari, salah satu caranya adalah dengan mendirikan museum. The Canadian Canoe Museum untuk memajang aneka kano pun dibuat di Peterborough, Ontario, Kanada pada 1997. Pendiri museum adalah Kirk Wipper yang memang hobi mengoleksi kano dan kayak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kano dan kayak dengan berbagai ciri khas dari berbagai daerah di Kanada hingga negara lain pun ada di museum. Kano unik yang dibuat oleh suku-suku di Kanada di awal abad ke 20 yang berupa sampan kecil dan kano berlapis kulit kayu pohon birch pun ada. Pastinya kano dari masa lampau dengan informasi lengkap bisa ditemukan di museum.
Selain melihat aneka perahu sempit itu, pengunjung juga bisa bermain dengan pajangan yang interaktif seperti pondok dari kulit pohon suku Mi'kmaq dan kayak simulator. Workshop restorasi kano pun tersedia untuk pengunjung.
Puas jelajah museum, sebelum pulang wisatawan dapat belanja suvenir. Tersedia toko suvenir dengan aneka barang bertema kano, mulai dari kaos, perhiasan, buku, pajangan bahkan kebutuhan rumah tangga.
Museum buka setiap hari 10.00 sampai sekitar jam 17.00 waktu setempat, kecuali libur Natal dan Tahun Baru. Biaya masuknya mulai dari CAD 9,5 (Rp 98 ribu), tapi gratis untuk anak di bawah 5 tahun member museum.
(krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru