Pengalaman Salat di Masjid Turki, Ditonton & Difoto Turis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Turki

Pengalaman Salat di Masjid Turki, Ditonton & Difoto Turis

Angga Aliya ZRF - detikTravel
Rabu, 22 Jun 2016 12:30 WIB
Pengalaman Salat di Masjid Turki, Ditonton & Difoto Turis
Foto: Suasana di dalam Masjid Biru yang syahdu (Angga Aliya ZRF/detikTravel)
Istanbul - Ini adalah pengalaman tak disangka. Saat mampir ke Masjid Sultan Ahmed di Turki untuk salat, saat itu juga turis-turis bergerombol untuk melihat dan memotret.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melancong ke Istanbul, Turki. Meski hanya transit, saya gunakan waktu sebaik mungkin untuk mampir ke beberapa destinasi terkenal di sana seperti Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed atau yang dikenal dengan nama Masjid Biru.

Kedua bangunan tersebut umurnya sudah ratusan tahun serta menjadi destinasi bersejarah di Istanbul. Khusus di Masjid Biru, ada pengalaman unik yang saya rasakan pertama kali.

Saya datang ke sana sebagai turis, sekaligus dengan niat untuk beribadah. Waktu itu menunjukan pukul 09.00 pagi waktu setempat, namun ternyata Masjid Biru sudah ramai oleh turis dari orang dewasa sampai anak-anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puas memotret bagian luar, saya langkahkan kaki ke dalam masjidnya. Di dekat pintu masuk terdapat tempat wudhu berupa keran yang berjejer dan bangku untuk duduk. Setelah mengambil wudhu, masuk masjidnya lewat pintu belakang.

Petugas masjid, kemudian akan memberikan kita plastik secara gratis untuk tempat menaruh alas kaki. Begitu sudah masuk ke dalam masjid, ada rak untuk menaruh alas kaki yang sudah diplastikan tadi. Suatu hal simpel tapi patut diacungi jempol, menjaga kebersihan masjid dan menjaga rasa aman jamaah agar alas kakinya tidak hilang.

Kala itu di dalam Masjid Biru sudah ramai oleh turis. Ada yang salat dan beberapa lainnya berfoto-foto mengabadikan kaca-kaca mozaik yang berwarna biru nan cantik. Saya menuju bagian tengah, tempat untuk salat, diberi pembatas berupa kayu dan bagi yang bukan Muslim dilarang untuk menginjakan kaki.

Ada rasa syahdu dan bangga di hati saat bertakbir di dalam Masjid Biru. Masjid yang sangat bersejarah karena dibangun sejak tahun dan masuk dalam daftar salah satu masjid tercantik di dunia.

Setelah mengucapkan salam, saya kaget saat melihat belakang. Para turis yang tidak salat alias bukan Muslim, berjejer dan mengeluarkan kamera. Mereka memotret sekaligus melihat orang-orang yang sedang salat, termasuk mungkin salah satunya saya yang baru saja salat.

Inilah pertama kalinya saya ditonton dan dipotret saat sedang salat. Suatu pengalaman unik, yang pasti tidak akan saya dapatkan di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Namun bagi saya pribadi, tidak masalah mereka (turis yang bukan Muslim) melihat dan memotret saya saat sedang salat. Mereka tentu jarang melihat masjid, apalagi melihat orang-orang yang sedang salat dengan gerakan-gerakan khusus.

Usut punya usut, tak sedikit turis yang tertarik untuk mengenal dan mempelajari tentang Islam. Hal itu terlihat dari papan bertuliskan, 'To Understand Islam Please Contact Our Specialist In The Islamic Information Center'. Bahkan, ada kursus untuk membaca Al Quran juga lho!

Setelah salat, saya bergegas menuju Bandara Ataturk untuk melanjutkan perjalanan. Assalamualaikum, Masjid Biru!

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads