Dilansir detikTravel dari BBC Travel, Rabu (10/10/2016) pemakaman itu dikenal sebagai peristirahatan terakhir dari Raja Antiochus pada 100 tahun sebelum masehi. Atas sejarahnya, pemakaman itu juga dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Alkisah hidup Raja Antiochus, pemimpin Kerajaan Commagene yang kini menjadi Provinsi Adiyaman di Turki. Menjelang wafatnya pada tahun 34 sebelum masehi, Antiochus ingin dikubur di sebuah tempat tinggi yang suci dan terisolir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makam Raja yang tersembunyi dalam Piramida (Joseph Flaherty/BBC) |
Namun karena tidak ingin menghancurkan makam Piramida tersebut, para peneliti pun masih belum menemukan makam sang Raja. Sejauh ini, teknologi radar pun tengah digunakan untuk melacak keberadaan makam sang Raja.
Dijaga oleh patung Dewa raksasa dari batu (Joseph Flaherty/BBC) |
Untuk mencapainya, traveler bisa mencapai pemakaman Raja Antiochus melalui Kota Adiyaman dan Malatya. Traveler pun harus trekking terlebih dulu menuju puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.134 Mdpl. Melelahkan memang, tapi sebanding dengan perjuangannya. (rdy/rdy)












































Makam Raja yang tersembunyi dalam Piramida (Joseph Flaherty/BBC)
Dijaga oleh patung Dewa raksasa dari batu (Joseph Flaherty/BBC)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran